Pengaruh Protein Ikan untuk Perkembangan Otak Anak

Standard

 

 

Pengaruh Protein Ikan untuk Perkembangan Otak Anak*)

Oleh

Lailatul Darminingsih**)

 

 

Protein adalah senyawa polimer organik yang berasal dari monomer asam amino yang mempunyai ikatan peptida. Istilah protein berasal dari bahasa Yunani “ protos “ yang memiliki arti “ yang paling utama “. Protein pertama kali ditemukan pada tahun 1838 oleh Jons Jakob Berzelius. Protein adalah salah satu biomulekul raksasa yang berperan sebagai komponen utama penyusun makhluk hidup. Protein membawa kode-kodw genetik berupa DNA dan RNA.

Protein  merupakan makromulekul yang unik sekaligus memiliki struktur yang kompleks. Meskipun protein hanya tersusun atas asam amino yang ada 20 jenis saja, namun untuk dapat berfungsi , ia akan melipat lipat dan membentuk suatu  struktur tertentu yang sangat presisi sekaligus sulit diprediksi hingga saat ini. Karena strukturnya yang unik dan presisi itulah maka protein memiliki fungsi yang spesifik yang berbeda  satu dengan lainnya. Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki, yaitu berupa struktur primer ( tingkat satu) , sekunder ( tingkat dua), tersier ( tingkat tiga ) dan kuartener ( tingkat empat ).Protein  memiliki peran yang sangat penting pada fungsi dan struktur seluruh sel makhluk hidup. Hal ini dikarenakan mulekul protein memilki kandungan oksigen, karbon, nitrogen, hydrogen dan sulfur. Sebagian protein juga mengandung fosfor.

Protein juga merupakan komponen utama dalam semua sel hidup dan merupakan senyawa terbanyak setelah air yang terdapat dalam sel makhluk hidup. Kurang lebih setengah dari berat kering atau 20% dari berat total tubuh manusia dewasa sebagian besar terdiri atas protein. Hal itulah yang menunjukkan bahwa protein berada pada posisi yang berpengaruh pada kesehatan tubuh dengan saling kerja sama dengan zat makanan lainnya sebagian .Protein merupakan makromolekul yang melimpah didalam sel. Unit pembangunnya adalah asam amino yang berikatan secara kovalen untuk menghubungkan molekul-molekul menjadi rantai. Apabila protein dihidrolisis dengan asam, alakali atau enzim akan menghasilkan campuran asam amino. Sebuah asam amino terdiri dari gugus R (rantai panjang, sebuah gugus amino, gugus hidroksil, dan sebuah atom hidrogen)

Fungsinya terutama sebagai pembentuk sel, jaringan penghubung, membran sel, dan sebagai protein yang aktif, seperti enzim yang berperan sebagai katalis segala proses biokimia dalam sel.Protein sangat baik dikonsumsi terlebih untuk anak-anak,anak yang sehat dan cerdas memang dambaan setiap orang tua, namun agar si buah hati kita dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan umurnya dan harapan kita tidak serta merta didapat begitu saja. Memang kata orang bakat seseorang sudah ada sejak dari dalam kandungan, namun agar anak tumbuh dengan optimal baik fisik ataupun mentalnya perlu dukungan dari luar. Diantaranya melalui stimulasi-stimulasi tertentu agar anak bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas dan sehat. Selain itu faktor makanan juga sangat berperan.Pemberian asupan makanan bagi anak terutama asupan zat gizi  bagi pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Pada umur 0-5 tahun otak anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang optimal atau biasa disebut masa keemasan ( golden age), sehingga pada masa- masa itu asupan zat gizi khususnya bagi otak sangat penting untuk diperhatikan sehingga nantinya anak memiliki kemampuan otak yang baik.

Penelitian membuktikan, kekurangan1 mineral dan vitamin yang penting untuk otak bisa menurunkan kesiagaan mental otak. Makanan yang bergizi baik sangat penting peranannya dalam tumbuh kembang anak agar anak tumbuh dengan sehat. Anak yang sehat berpotensi menjadi anak yang cerdas.

Kebutuham  asupan protein anak tiga kali lebih besar dari yang diminta tubuh orang dewasa. Protein bisa berasal dari hewan maupun tumbuhan, keduanya diperlukan dalam porsi yang memadai. Sehingga tidak hanya perlu memenuhi kebutuhan protein nabati , kecukupan protein hewaninya pun [erlu dipenuhi, bahkan lebih besar dari protein nabati.

Ada beberapa makanan yang disebut-sebut sebagai sumber makanan bagi otak anak karena mengandung nutrisi yang sangat dibutuhkan dalam perkembangan otak anak salah satunya ialah ikan.Ikan merupakan sumber protein yang bagus untuk bayi dan anak. Hal ini dikarenakan ikan mengandung asam lemak omega 3 yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Dokter anak Scott W Cohen, penulis of Eat, Sleep, Poop: A Common Sense Guide to Your Baby’s First Year menyatakan, “DHA terutama bermanfaat dalam dua tahun pertama kehidupan untuk perkembangan otak, kognisi, dan ketajaman visual,”Studi Clinical Pediatrics, 2008, menunjukkan, anak balita yang memiliki kebiasaan mengonsumsi ikan mengalami peningkatan kosa kata dan pemahaman yang lebih baik dalam berkomunikasi

Kandungan asam lemak yang terbaik terdapat pada ikan dari perairan laut dalam seperti salmon, tuna, tenggiri, makarel, sarden, dll. Ikan air tawarpun mempunyai kandungan asam lemak ini namun tidak setinggi yang terdapat pada ikan perairan laut dalam tersebut.

Kandungan protein ikan jauh lebih tinggi dibandingkan protein dalam hewan lainnya. Kandungan protein ikan terdiri dari asam amino esensial sempurna, artinya hampir semua asam esensial yang diperlukan tubuh manusia terkandung dalam daging  ikan. Adapun asam esensialtersebut adalah protein sarkoplasma, miofibrillar, serta protein pengikat atau stroma. Selain itu ada protein pembentuk atau pembentuk enzim,koenzim maupun hormon. Hal inilah sebaiknya yang menjadi perhatian kita untuk memakan ikan atau makana jenis lainnya.Umumnya daging ikan terdiri dari 15-24% protein. Daging ikan juga tersusun atas1 hingga 3% glikogen atau karbohidrat, 0,1 sampai 22% lemak, 66 sampai 80% air. Sisanya terdiri dari zat- zat organik lainnya yaitu 0,8 sampai 2%.

Hasil penelitian di Inggris pada 2004 lalu yang dilansir dari situs milik Departemen Kelautan dan Perikanan RI. Penelitian itu menyatakan, perempuan yang mengonsumsi ikan secara rutin selama kehamilan akan mempunyai anak dengan kemampuan bahasa dan komunikasi yang lebih baik sebelum usia 18 bulan. Penelitian itu memang berusaha menunjukkan, hubungan menu ikan dengan perkembangan neurologis dan aspek kognitif dengan melibatkan lebih dari 7.000 anak.
Dari penelitian itu juga, terlihat bahwa kemampuan sosial serta perkembangan kemampuan bahasa anak-anak yang telah diberi menu ikan paling sedikit satu minggu sekali sebelum usia satu tahun adalah lebih dari rata-rata. Hasilnya lebih baik lagi apabila selama hamil dan memberikan ASI, ibunya mengonsumsi ikan secara rutin.

Ada lagi, penelitian lain yang memperlihatkan bahwa risiko melahirkan bayi prematur dapat dikurangi secara signifikan apabila para ibu banyak mengonsumsi ikan selama kehamilannya. Penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Denmark itu pun menemukan efek positif lainnya dari mengonsumsi ikan yaitu kelahiran bayi dengan berat normal.Dari data tersebut dapat memperlihatkan bahwa ikan mempunyain kandungan protein yang sangat tinggi. Demikian pula , dipandang dari sudut nilai gizi protein yang terkandung didalamnya, protein daging ikan memiliki kemampuan cerna dan nilai biologis yang baik. Ukurannya relatif tinggi dibanding daging hewan ternak, khususnya di daratan.

Kesalahan yang banyak dilakukan oleh para ibu adalah karena meyakini bahwa ikan merupakan sumber penyakit cacing sehingga menghindari konsumsi ikan bagi si kecil. Padahal bukan ikan penyebab anak cacingan, melainkan kebersihan tangan dan sebab bermain dipermukaan tanah. Dahulu, kasus kurang gizi pada anak Indonesia diatasi dengan pemberian” bubuk ikan “  untuk suplementasi defisiensi asupan protein pada kelompok gizi buruk. Selain kelompok ikan istimewa, minyak dalam ikan juga menyehatkan, karena mengandung  jenis lemak tak jenuh ( omega 3). Bila lkita mengharapkan anak menjadi secerdas yang seharusnya ia akan menjadi, maka asupan minyak tak jenuh inipun juga harus dipenuhi untuk mengoptimalkan perkembangan dan fungsi otaknya.Lahir dengan turunan cerdas saja tidak cukup bila tidak ditunjang oleh asupan protein hewani dari ikan seyogianya melebihi asuoan protein nabati. Selain itu, kenyataan banyak anak menolak makan ikan menjadi kendala lainnya bagi anak untuk mendapatkan sumber menu terbaiknya dari ikan. Salah satu penyebabnya adalah lantaran kesan pertama yang diperoleh anak tentang menu ikan tidak membuatnya nyaman, bau anyir, rasa amis serta duri ikan memunculkan trauma halus pada diri anak, sehingga seterusnya anak tidak menyukai semua jenis menu ikan dan ini sebuah kerugian bagi tumbuh kembangnya.

Oleh karena itu perkenalan anak terhadap menu ikan perlu diciptakan berkesan, selain menata wujud hidangan ikan, cita rasa menu ikan juga tidak membuat lidah anak jadi kapok makan ikan. Selera terhadap menu ikan harus diciptakan indah sejak awal. Tentu semua ikan sama menyehatkannya buat kita. Jenis ikan laut yang kita pilih ketimbang ikan tawar ( ikan sungai). Mengapa ?? oleh karena ikan laut lebih banyak mengandung lemak tak jenuh omega dibanding ikan tawar. Ikan laut lebih alami  karena menelan segala jenis bahan makanan yang ada di laut, sedangkan ikan tawar yang dibudaya diberi pelet buatan manusia yang belum tentu alami. Ikan tawar alami seperti lele, belut, gabus sawah, misalnya lebih menyehatkan ketimbang ikan mas, gurame, tawes, mujair dan sejenisnya yang diperoleh dari budidaya.

Ikan laut pun memilih jenis ikan laut yang berasal dari laut dalam ( ikan karang) yang lebih menyehatkan, karena kandungan lemak omeganya. Tentu perlu dipertimbangkan ikan laut bukan dari perairan laut yang tercemar limbah industri. Ikan kerapu jenis yang paling harus dipilih, selain kakap putih, dan jenis ikan laut berasal dari laut dalam lainnya. Bagi yang sudah melewati usia tengah baya, juga lebih menyehatkan memilih asuapan protein dari ikan ketimbang dari daging, apalagi daging merah seperti daging sapi, kerbau, kambing atau babi yang lemaknya tergolong lemak jenuh yang tidak menyehatkan.

Jadi tidak salah jika mulai saat ini kita lebih banyak mengkonsumsi daging ikan untuk meningkatkan taraf kesehatan dan menyeimbangkan metabolisme tubuh.Jika terdapat kendala untuk memulai membiasakan diri makan ikan, misalnya seperti alergi hendaknya anda melakukan konsultasi dengan ahlinya. Alergi tersebut tentunya dapat diobati tergantung jenisnya. Karena itu konsultasi dengan ahlinya dan mulai belajar untuk membiasakan diri makan makanan yang mengandung protein lainnya seperti tahu atau tempe.

Kandungan protein pada ikan memang sangat tinggi, inilah yang harus menjadi perhatian para orang tua untuk membiasakan sejak usia awal mereka mengkonsumsi ikan. Protein dengan peran pentingnya bagi tubuh manusia hendaknya menjadi hal utama yang harus dipahami.

Semoga kita tidak lupa dengan prinsip utama dalam menjaga kesehatan tubuh yaitu lebih baik mencegah penyakit sebelum ia menyerang kekeban tubuh ini. Utamanya peran orang tua dalam membentuk kebiasan anak berkaitan dengan makanan sehat dengnan gizi seimbang.

 

*) Tugas mata kuliah biokimia ( Dosen R. Suwasis Hadi)

**) Mahasiswa prodi Biologi Fkip UNMUH Sby semester 3 angkatan 2012

Advertisements

Artilel Jurnalistik Exotica Kebaya

Standard

kebaya_web-ejt6

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

KEBAYA, seperti juga sejarah, mengalir mengikuti waktu, beradaptasi dengan zaman yang semakin maju dan memiliki cerita panjang yang bisa ditelusuri hingga abad ke-15 Masehi. kebaya merupakan bentukan busana atasan yang pertama kali dikenakan wanita Indonesia, terutama perempuan Jawa, yang digunakan bersama kain.
Seiring berjalannya waktu,model kebaya berubah dan sempat tergerus zaman. Para wanita pejuang kemerdekaan yang masih menggunakan kebaya (kebanyakan jenis kebaya kartini dan kebaya encim), kembali memopulerkannya, kendati harus bersaing dengan busana Barat yang dianggap lebih “memerdekakan” perempuan dari simbolisasi kebaya masa lalu, yang mengungkung perempuan dalam lilitan korset dan kain panjang

Kebaya sebagai busana tradisional Indonesia semakin dikenal dengan kesan anggun dan klasiknya. Desain busana kebaya juga kini semakin banyak mengalami perubahan untuk dimodifikasi dengan bahan-bahan kain lainya. Dalam hal ini, untuk pertama kalinya Royal Plaza Surabaya menggelar event bertema kebaya. Beragam rancangan kebaya dari berbagai desainer dipertontonkan kepada pengunjung Royal Plaza, Jumat (19/04/2013).

Pagelaran bertema Exotica Kebaya ini mempunyai beberapa rangkaian acara, selain diisi dengan berbagai lomba yang bertemakan kebaya menurut pak hadi sang pengisi acara, even ini juga menghadirkan fashion show dari sejumlah desainer kenamaan seperti Rumah Kebaya. Exotica Kebaya digelar mulai 19 April 2013 hingga Minggu 21 April 2013. Rangkaian acara dibuka dengan Audisi Putri Kebaya Model dan dilanjutkan dengan beberapa acara lain, di antaranya lomba ibu luwes Berkebaya hingga show kebaya.

Pada hari berikutnya adalah lomba rancang kebaya. Dengan berbagai motif kebaya tradisional dan modern nampak anggun dibawakan beberapa model. Kemudian dilanjutkan dengan lomba Ilustrasi dan show kebaya. Hingga pada hari terakhir 21 April 2013 juga akan diisi dengan kebaya kids competition, putri kebaya competition dan show kebaya.Setiap harinya pengunjung Exotica Kebaya juga dapat melihat rancangan para desainer ternama, sekaligus membeli busana yang tampil di stand pameran Exotica Kebaya.

 

 

1.2 Fenomena

  1. Mengapa wanita indonesia kurang berminat  memakai kebaya?
  2. Bagaimana cara mengatasi agar masyarakat lebih berminat terhadap kebaya?

Inti

Kebanyakan wanita indonesia kurang berminat mengenakan kebaya hal ini di karenakan wanita indonesia tidak suka dengan hal-hal yang ribet serta pengaruh budaya asing yang masuk di negara indonesia itu sendiri. Sehingga para desainer membuat kebaya semenarik mungkin serta memodifikasi kebaya-kebaya dengan model-model budaya zaman sekarang.

Penutup

Kebaya merupakan bentukan busana atasan yang pertama kali dikenakan wanita Indonesia, terutama perempuan Jawa, yang digunakan bersama kain.
Seiring berjalannya waktu,model kebaya  berubah dan sempat tergerus zaman.Kebaya sebagai busana tradisional Indonesia semakin dikenal dengan kesan anggun dan klasiknya.

ECHINODERMATA

Standard
 
Ciri dan Contoh Filum Echinodermata– Nama Echinodermata berasal dari kata echinos yang berarti duri danderma yang berarti kulit. Jadi, Echinodermata berarti hewan berkulit duri. Semua anggota Echinodermata ini hidup di laut, seperti bintang laut, bulu babi, dan mentimun laut. Bagaimana struktur tubuh hewan ini? Perhatikan Gambar 8.34!
Gambar 8.34 Contoh hewan Echinodermata
Agar lebih jelas, Anda bisa berwisata ke daerah pantai untuk menemukan Echinodermata dan mengamatinya! Dari hasil pengamatan, Anda dapat membuatnya menjadi sebuah artikel sehingga dapat mengomunikasikan pada teman-teman, misalnya ditempelkan pada majalah dinding!
1) Ciri-Ciri Umum Echinodermata. Bentuk tubuh Echinodermata bermacam-macam seperti bintang, tumbuhan, bunga, ular, sosis, dan bola. Jika dipegang kulitnya keras karena terbuat dari zat kapur/kitin sebagai rangka luar dan pada permukaan insang kulitnya terdapat duri-duri. Jika dipotong radial akan membagi tubuh secara simetris atau simetri radial (lima bagian). Echinodermata termasuk hewan triplobastik selomata. Mulutnya terletak di bawah dan anus berada di atas. Hewan ini memiliki sistem amburakal, yaitu gerakannya terjadi dengan mengubah tekanan air yang diatur oleh sistem pembuluh air yang berkembang dari selom. Sistem tersebut digunakan untuk bergerak, bernapas, dan membuka mangsanya.
Bagaimana cara bergeraknya? Pada bagian atas terdapat suatu lubang yang disebut madreporit,dilengkapi dengan saringan (pori). Air masuk melalui madreporit menuju ke bawah kemudian bermuara pada saluran cincin (melingkar mengelilingi kerongkongan). Dari saluran ini terdapat 5 cabang saluran ke tiap-tiap lengan dan dari saluran inilah terdapat deretan kaki-kaki tabung (kaki amburakal) yang berpasangan. Kaki ini dapat dijulurkan keluar ke arah bawah. Ujung kakinya membesar dan mengandung otot yang disebut ampula. Jadi, bila ada air akan dipompakan ke dalam kaki amburakal, mengakibatkan kaki terjulur ke luar sehingga ampula dapat menyentuh benda. Jika kaki mengkerut maka volume air dikurangi. Apabila tubuh bintang berpindah tempat, maka ampula melekat dan kaki berkontraksi.
Gambar 8.35 Sistem amburakal
Hewan ini sudah mempunyai sistem pencernaan yang sempurna, tetapi ada beberapa jenis yang tidak mempunyai anus, yaitu bintang ular. Pada mulut terdapat gigi paruh, bergerak ke atas menuju kerongkongan, lambung, dan anus. Pada bintang laut, lambung bercabang lima yang masing-masing menuju ke arah lengan, dan setiap lengan bercabang dua dan ujungnya buntu. Sistem saraf pada hewan ini berupa cincin saraf mengelilingi mulut yang keluar limabatang saraf radial pada masing-masing lengannya. Respirasinya menggunakan kulit berupa tonjolan dinding rongga tubuh (selom) tipis yang dilindungi oleh silia.
2) Perkembangbiakan Echinodermata. Jenis kelamin pada hewan ini sudah terpisah, fertilisasi terjadi secara eksternal. Bila kemudian terbentuk zigot akan berkembang menjadi larva bersilia (bipinnaria) yang dapat berenang. Apabila berada di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi dewasa. Hewan ini juga mempunyai kemampuan autotomi dan regenerasi, yaitu kemampuan untuk memulihkan bagian tubuh yang rusak, hilang, atau putus. Misalnya, jika lengan terpotong, maka akan terbentuk lengan lagi.
3) Jenis-Jenis Echinodermata. Bentuk tubuh anggota hewan ini bermacam-macam. Berdasarkan hal tersebut Echinodermata dapat dibagi menjadi 5 kelas, yaitu asteroidea,Ophiuroidea, Crinoidea, Holothuroidea, dan Echinoidea
a) Asteroidea. Bentuk tubuh kelompok Asteroidea seperti bintang. Bagian bawah disebut permukaan oral yang memiliki mulut dan permukaan atas disebut permukaan adoral yang terdapat anus, terdapat juga madreporit. Pada permukaan tubuhnya terdapat duri-duri pendek, di bagian ujung lengan terdapat bintik mata yang peka terhadap sinar. Warna tubuh asteroidea ada yang hitam, biru kecokelatan, dan merah menyala, misalnya Asteria forbesi (bintang laut), Linkia laevigata (bintang laut biru), Pentaceros (bintang laut bertanduk), Culcita (bintang laut berkulit).
b) Ophiuroidea. Kelompok Ophiuroidea sering dinamakan bintang ular, karena memiliki lengan yang panjang dan gerakannya menyerupai gerakan ular. Ciri khas dari Ophiuroidea adalahmadreporit yang terletak di daerah bawah, yaitu daerah mulut dan tidak mempunyai anus, jadi sisa makanan dimuntahkan melalui mulut. Pada siang hari, hewan ini bersembunyi di balik bebatuan, lumpur, atau tempat terlindung dan malam hari melakukan aktivitas. Makanannya berupa molussca, udang-udangan, dan sisa organisme. Contohnya, Ophiothrix.
c) Crinoidea. Pernahkah Anda melihat bunga lili atau bunga bakung? Bentuk tubuh hewan ini menyerupai bunga tersebut. Hidupnya dengan cara menempel di dasar laut dan dapat membentuk taman laut yang sangat indah. Jika Anda berwisata ke daerah Kepulauan Seribu Anda dapat menikmati keindahan taman laut yang terdapat hewan ini. Tubuh Crinoidea mempunyai lima lengan yang bercabang-cabang. Pada daerah oral terdapat mulut dan anus, tetapi tidak memiliki madreporit. Pada dasar tubuh permukaan adoral terdapat kaliks, yaitu lempeng kapur berbentuk cangkir. Apabila kondisi tidak memungkinkan, maka Crinoidea akan melepaskan diri dari dasar tempat melekatnya, kemudian pindah pada tempat yang sesuai.
d) Echinoidea. Perhatikan Echinoidea pada Gambar 8.34 di depan! Terlihat bentuk tubuhnya seperti landak laut, yaitu bentuknya oval/setengah bola. Hewan ini tidak mempunyai lengan seperti Asteroidea. Tubuhnya tertutup cangkok tipis saling berhubungan, dan muncul duri-duri panjang yang dapat digerakgerakkan. Mulutnya terletak pada permukaan oral dilengkapi dengan alat untuk mengambil makanan yang dinamakan Lantera aristoteles. Adapun anus, madreporit, dan lubang kelamin terdapat pada permukaan adoral. Echinoidea ini hidup di pasir, batu-batuan, contohnya bulu babi dan landak laut.
e) Holothuroidea. Perhatikan teripang laut atau mentimun laut seperti tampak pada Gambar 8.36!
Gambar 8.36 (a,b) Holothuroidea, (c) Crinoidea
Jika kita pegang, maka air dan amburakal akan dikeluarkan sehingga tubuhnya kempis. Hewan ini tidak dapat berlari, terlihat bergeletakan di atas pasir. Warna tubuhnya kehitaman, kecokelatan, dan agak putih. Susunan tubuhnya lima lipat, tubuhnya lunak, tidak mempunyai duri, dan tidak berlengan. Di sekitar mulutnya terdapat tentakel bercabang yang dihubungkan dengan sistem pembuluh air. Di daerah anus terdapat kaki amburakal untuk bergerak atau pengerutan otot tubuh. Respirasidengan dua baris kaki pembuluh dorsal dan alat napas yang disebut paru-paru air. Hewan ini hidup di dalam pasir atau kapur, makanannya berupa zat organik yang ada dalam lumpur. Apa manfaat hewan ini? Teripang dapat digunakan sebagai bahan makanan dengan direbus terlebih dahulu dan dikeringkan.
Echinodermata
Echinodermata berasal dari bahasa Yunani untuk kulit berduri) adalah sebuah filum hewan laut yang mencakup bintang laut, Teripang, dan beberapa kerabatnya. Kelompok hewan ini ditemukan di hampir semua kedalaman laut. Filum ini muncul di periode Kambrium awal dan terdiri dari 7.000 spesies yang masih hidup dan 13.000 spesies yang sudah punah. Lima atau enam kelas (enam bila Concentricycloidea dihitung) yang masih hidup sekarang mencakup
Asteroidea bintang laut: sekitar 1.500 spesies yang menangkap mangsa untuk makanan mereka sendiri
Crinoidea (lili laut): sekitar 600 spesies merupakan predator yang menunggu mangsa.
Echinoidea (bulu babi dan dolar pasir): dikenal karena duri mereka yang mampu digerakkan; sekitar 1.000 spesies.
Holothuroidea (teripang atau mentimun laut): hewan panjang menyerupai siput; sekitar 1.000 spesies.
Ophiuroidea (bintang ular dan bintang getas), secara fisik merupakan ekinodermata terbesar; sekitar 1.500 spesies.
Bentuk hewan yang sudah punah dapat diketahui dari fosil termasuk Blastoidea, Edrioasteriodea, Cystoidea, dan beberapa hewan Kambrium awal seperti Helicoplacus, Carpoidea, Homalozoa, dan Eocrinoidea seperti Gogia.
Echinodermata adalah filum hewan terbesar yang tidak memiliki anggota yang hidup di air tawar atau darat. Hewan-hewan ini juga mudah dikenali dari bentuk tubuhnya: kebanyakan memiliki simetri radial, khususnya simetri radial pentameral (terbagi lima). Walaupun terlihat primitif, Echinodermata adalah filum yang berkerabat relatif dekat dengan Chordata (yang di dalamnya tercakup Vertebrata), dan simetri radialnya berevolusi secara sekunder. Larva bintang laut misalnya, masih menunjukkan keserupaan yang cukup besar dengan larva Hemichordata.
Banyak di antara anggotanya yang berperan besar dalam ekosistem laut, terutama ekosistem litoral pantai berbatu, terumbu karang, perairan dangkal, dan palung laut. Spesies bintang laut Pisaster ochraceus misalnya, menjadi predator utama di ekosistem pantai berbatu di pesisir barat Amerika Utara, spesifiknya mengendalikan populasi tiram biru (Mytilus edulis)sehingga spesies yang lain dapat menghuni pantai tersebut dan bivalvia tersebut tidak mendominansi secara berlebihan. Contoh lain adalah Acanthaster planci yang memakan polip karang di perairan Indo-Pasifik. Kendati sering dianggap desktruktif, ada beberapa teori yang mengatakan bahwa A. planci sebenarnya adalah predator yang penting untuk ekosistem terumbu karang, sehingga terjadi rekruitmen karang baru yang menggantikan koloni-koloni tua, juga mengurangi tekanan kompetisi antara satu spesies karang dengan yang lain.
Echinodermata mempunyai kemampuan untuk melakukan regenerasi bagian tubuhnya yang hilang, contohnya timun laut. Apabila timun laut merasa dirinya terancam, maka timun laut akan menyemprotkan organ tubuhnya agar mendapatkan kesempatan untuk melarikan diri. Kelak, organ tubuh yang hilang akan tumbuh kembali.
Klasifikasi
Laut bisa bersih antara lain karena jasa Echinodermata. Hewan ini adalah pemakan bangkai, sisa-sisa hewan, dan kotoran hewan laut lainnya. Oleh karena itu hewan ini sering disebut sebagai hewan pembersih laut/pantai. Echinodermata juga dapat dijadikan sebagai bahan makanan. Mentimun laut setelah dikeringkan dijadikan bahan sup atau dibuat kerupuk; telur bulu babi dapat dimakan. Echinodermata juga bisa merugikan, karena memakan tiram/kerang mutiara. Berdasarkan bentuk tubuhnya Echinodermata dibagi menjadi lima kelas: Asteroidea, Echinoidea, Ophiuroidea, Crinoidea, dan Holothuroidea.
Berbagai jenis Echinodermata
 Asteroidea
Sering disebut bintang laut. Hewan ini berbentuk bintang dengan 5 lengan. Di permukaan kulit tubuhnya terdapat duri-duri dengan berbagai ukuran, banyak dijumpai di pantai. Organ tubuhnya bercabang ke seluruh lengan. Mulut terdapat di permukaan bawah (permukaan oral) dan anus terletak di permukaan atas (permukaan aboral). Kaki tabung tentakel (tentacle) terdapat pada permukaan oral, sedangkan pada permukaan aboral selain anus terdapat pula madreporit. Madreporit adalah sejenis lubang yang mempunyai saringan dalam menghubungkan air laut dengan sistem pembuluh air dan lubang kelamin.

Echinoidea
Tubuh binatang ini dipenuhi duri tajam yang tersusun dari zat kapur. Ada duri yang pendek dan ada pula yang panjang seperti landak sehingga jenis hewan ini sering disebut landak laut. Jenis hewan ini biasanya hidup di sela-sela pasir atau sela-sela bebatuan sekitar pantai atau di dasar laut. Tubuhnya tanpa lengan hampir bulat atau gepeng, mulutnya yang terdapat di permukaan oral dilengkapi dengan 5 buah gigi sebagai alat untuk mengambil makanan. 
 Hewan ini memakan bermacam-macam makanan di aut, misalnya hewan lain yang telah mati, atau organisme kecil lainnya. Alat pengambil makanan digerakkan oleh otot yang disebut lentera arisoteteles. Sedangkan anus, madreporit, dan
lubang kelamin terdapat di permukaan atas.
Ophiuroidea
Tubuhnya memiliki 5 lengan yang panjang-panjang. Kelima tangan ini juga bisa digerak-gerakkan sehingga menyerupai ular. Oleh karena itu hewan jenis ini sering disebut bintang ular laut. Mulut dan madreporitnya terdapat di permukaan oral. Hewan ini tidak mempunyai anus, sehingga sisa makanan atau kotorannya dikeluarkan dengan cara dimuntahkan melalui mulutnya. Hewan ini hidup di laut yang dangkal atau dalam. Biasanya bersembunyi di sekitar batu karang, rumput laut, atau mengubur diri di lumpur/pasir; sangat aktif di malam hari. Makanannya adalah udang, kerang atau serpihan organisme lain (sampah).
Crinoidea
Sekilas mirip tumbuhan bunga. Ia memiliki tangkai dan melekat pada bebatuan, tak beda seperti tumbuhan yang menempel di bebatuan. Ia juga memiliki 5 lengan yang bercabang-cabang lagi mirip bunga lili. Oleh karena itu hewan ini sering disebut lili laut. Mulut dan anus terdapat di permukaan oral dan tidak mempunyai madreporit. Hewan ini sering ditemukan menempel dengan menggunakan cirri (akar) pada bebatuan di dasar laut. Ia juga bisa berenang bebas, sehingga jika lingkungan tidak menguntungkan akan pindah dan menempel pada tempat lain.
Holothuroidea
Hewan jenis ini kulit durinya halus, sehingga sekilas tidak tampak sebagai jenis Echinodermata. Tubuhnya seperti mentimun dan disebut mentimun laut atau disebut juga teripang. Hewan ini sering ditemukan di tepi pantai. Gerakannya tidak kaku, fleksibel, lembut dan tidak mempunyai lengan. Rangkanya direduksi berupa butir-butir kapur di dalam kulit. Mulut terletak pada ujung anterior dan anus pada ujung posterior (aboral). Di sekeliling mulut terdapat tentakel yang bercabang sebanyak 10 sampai 30 buah. Tentakel dapat disamakan dengan kaki tabung bagian oral pada Echinodermata lainnya. Tiga baris kaki tabung di bagian ventral digunakan untuk bergerak dan dua baris di bagian dorsal berguna untuk melakukan pernafasan. Selain itu pernafasan juga menggunakan paru-paru air. Kebiasaan hewan ini meletakkan diri di atas dasar laut atau mengubur diri di dalam lumpur/pasir dan bagian akhir tubuhnya diperlihatkan. Jika Anda mengganggunya biasanya ia mengkerut.
Bintang Laut (Asteroidea)
            Bintang laut merupakan hewan invertebrata yang termasuk dalam filum Echinodermata, dan kelas Asteroidea. Echinodermata (dalam bahasa yunani, echino = landak, derma = kulit) adalah kelompok hewan triopoblastik selomata yang memilki ciri khas adanya rangka dalam (endoskeleton) berduri yang menembus kulit. Walaupun dalam bahasa Inggris ia dikenal dengan sebutan starfish, hewan ini sangat jauh hubungannya dengan ikan. Sesuai dengan namanya itu, jenis hewan ini berbentuk bintang dengan 5 lengan. Bintang laut termasuk  hewan simetri radial dan umumnya memiliki lima atau lebih lengan. Mereka bergerak dengan menggunakan sistem vaskular air. Bintang laut sebenarnya adalah makhluk hidup yang bebas, namun dikarenakan ketiadaannya organ gerak yang memadai, bintang laut hanya bergerak mengikuti arus air laut.
Tubuh bintang laut terdiri dari bagian oral (yang memiliki mulut) dan Aboral (yang tidak memiliki mulut). Hewan ini banyak dijumpai di pantai. Ciri lainnya adalah alat organ tubuhnya bercabang ke seluruh lengan.  Mulut terdapat di permukaan bawah atau yang disebut permukaan oral dan anusnya terletak di permukaan atas atau disebut juga permukaan aboral. Kaki tabung tentakel (tentacle) terdapat pada permukaan oral. Sedangkan pada permukaan aboral selain anus terdapat pula madreporit. Madreporit adalah sejenis lubang yang mempunyai saringan dalam menghubungkan air laut dengan sistem pembuluh air dan lubang kelamin.
Permukaan Echinodermata umumnya berduri, baik itu pendek tumpul atau runcing panjang. Duri berpangkal pada suatu lempeng kalsium karbonat yang disebut testa. Sistem saluran air dalam rongga tubuhnya disebut ambulakral. Ambulakral berfungsi untuk mengatur pergerakan bagian yang menjulur keluar tubuh, yaitu kaki ambulakral atau kaki tabung ambulakral. Kaki ambulakral memiliki alat isap. Sistem ambulakral Asteroidea terdiri dari :
Medreporit adalah lempengan berpori pada permukaan cakram pusat dibagian dorsal tubuh.
Saluran cincin terdapat di rongga tubuh cakram pusat.
Saluran radial merupakan cabang saluran cincin ke setiap lengan.
Kaki ambulakral merupakan juluran saluran radial yang keluar.
Sistem ekskresi tidak ada.Pertukaran gas terjadi melalui insang kecil yang merupakan pemanjangan kulit.Sistem sirkulasi belum berkembang baik. Echinodermata melakukan respirasi dan makan pada selom. Sistem saraf Echinodermata terdiri dari cincin pusat saraf dan cabang saraf. Echinodermata tidak memiliki otak. Untuk reproduksi Echinodermata ada yang bersifat hermafrodit dan dioseus. Fertilisasi berlangsung secara eksternal. Zigot berkembang menjadi larva yang simetris bilateral bersilia.Hewan ini juga dapat beregenerasi. Echinodermata merupakan hewan yang hidup bebas. Makanannya adalah kerang, plankton, dan organisme yang mati. Habitatnya di dasar air laut, di daerah pantai hingga laut dalam. Echinodermata dikelompokkan menjadi lima kelas, yaitu Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Holothuroidea, dan Crinoidea
Echinodermata
Filum Echinodermata (dari bahasa Yunani untuk kulit berduri) adalah sebuah filum hewan laut yang mencakup bintang laut, Teripang, dan beberapa kerabatnya. Kelompok hewan ini ditemukan di hampir semua kedalaman laut. Filum ini muncul di periode Kambrium awal dan terdiri dari 7.000 spesies yang masih hidup dan 13.000 spesies yang sudah punah. Lima atau enam kelas (enam bila Concentricycloidea dihitung) yang masih hidup sekarang mencakup

* Asteroidea bintang laut: sekitar 1.500 spesies yang menangkap mangsa untuk makanan mereka sendiri
* Concentricycloidea, dikenal karena sistem pembuluh air mereka yang unik dan terdiri dari hanya dua spesies yang baru-baru ini digabungkan ke dalam Asteroidea.
* Crinoidea (lili laut): sekitar 600 spesies merupakan predator yang menunggu mangsa.
* Echinoidea (bulu babi dan dolar pasir): dikenal karena duri mereka yang mampu digerakkan; sekitar 1.000 spesies.
* Holothuroidea (teripang atau ketimun laut): hewan panjang menyerupai siput; sekitar 1.000 spesies.
* Ophiuroidea (bintang ular dan bintang getas), secara fisik merupakan ekinodermata terbesar; sekitar 1.500 spesies.

Bentuk hewan yang sudah punah dapat diketahui dari fosil termasuk Blastoidea, Edrioasteriodea, Cystoidea, dan beberapa hewan Kambrium awal seperti Helicoplacus, Carpoidea, Homalozoa, dan Eocrinoidea seperti Gogia.

Echinodermata adalah filum hewan terbesar yang tidak memiliki anggota yang hidup di air tawar atau darat. Hewan-hewan ini juga mudah dikenali dari bentuk tubuhnya: kebanyakan memiliki simetri radial, khususnya simetri radial pentameral (terbagi lima). Walaupun terlihat primitif, Echinodermata adalah filum yang berkerabat relatif dekat dengan Chordata (yang di dalamnya tercakup Vertebrata), dan simetri radialnya berevolusi secara sekunder. Larva bintang laut misalnya, masih menunjukkan keserupaan yang cukup besar dengan larva Hemichordata.

Banyak di antara anggotanya yang berperan besar dalam ekosistem laut, terutama ekosistem litoral pantai berbatu, terumbu karang, perairan dangkal, dan palung laut. Spesies bintang laut Pisaster ochraceus misalnya, menjadi predator utama di ekosistem pantai berbatu di pesisir barat Amerika Utara, spesifiknya mengendalikan populasi tiram biru (Mytilus edulis)sehingga spesies yang lain dapat menghuni pantai tersebut dan bivalvia tersebut tidak mendominansi secara berlebihan. Contoh lain adalah Acanthaster planci yang memakan polip karang di perairan Indo-Pasifik. Kendati sering dianggap desktruktif, ada beberapa teori yang mengatakan bahwa A. planci sebenarnya adalah predator yang penting untuk ekosistem terumbu karang, sehingga terjadi rekruitmen karang baru yang menggantikan koloni-koloni tua, juga mengurangi tekanan kompetisi antara satu spesies karang dengan yang lain.

Echinodermata mempunyai kemampuan untuk melakukan regenerasi bagian tubuhnya yang hilang, contohnya timun laut. Apabila timun laut merasa dirinya terancam, maka timun laut akan menyemprotkan organ tubuhnya agar mendapatkan kesempatan untuk melarikan diri. Kelak, organ tubuh yang hilang akan tumbuh kembali

Klasifikasi Echinodermata
Hewan Echinodermata berdasarkan bentuk tubuhnya dapat dibagi menjadi 5 kelas, yaitu kelas Asteroidea, Echinoidea, Ophiuroidea, Crinoidea, dan Holoturoidea. Penjelasan masing-masing kelas dapat Anda ikuti dalam uraian berikut ini!

1.Asteroidea
Asteroidea sering disebut bintang laut. Sesuai dengan namanya itu, jenis hewan ini berbentuk bintang dengan 5 lengan. Di permukaan kulit tubuhnya terdapat duri-duri dengan berbagai ukuran. Hewan ini banyak dijumpai di pantai. Ciri lainnya adalah alat organ tubuhnya bercabang ke seluruh lengan. Mulut terdapat di permukaan bawah atau disebut permukaan oral dan anus terletak di permukaan atas (permukaan aboral). Kaki tabung tentakel (tentacle) terdapat pada permukaan oral.

Sedangkan pada permukaan aboral selain anus terdapat pula madreporit. Madreporit adalah sejenis lubang yang mempunyai saringan dalam menghubungkan air laut dengan sistem pembuluh air danlubangkelamin.
2.Echinoidea

Jika Anda jalan-jalan di pantai, hati-hati dengan binatang ini karena tubuhnya dipenuhi duri tajam. Duri ini tersusun dari zat kapur. Duri ini ada yang pendek dan ada pula yang panjang seperti landak. Itulah sebabnya jenis hewan ini sering disebut landak laut. Jenis hewan ini biasanya hidup di sela-sela pasir atau sela-sela bebatuan sekitar pantai atau di dasar laut. Tubuhnya tanpa lengan hampir bulat atau gepeng.
Ciri lainnya adalah mulutnya yang terdapat di permukaan oral dilengkapi dengan 5 buah gigi sebagai alat untuk mengambil makanan. Hewan ini memakan bermacam-macam makanan laut, misalnya hewan lain yang telah mati, atau organisme kecil lainnya. Alat pengambil makanan digerakkan oleh otot yang disebut lentera arisoteteles. Sedangkan anus, madreporit dan lubang kelamin terdapat di permukaan atas.

3.Ophiuroidea

Hewan ini jenis tubuhnya memiliki 5 lengan yang panjang-panjang. Kelima tangan ini juga bisa digerak-gerakkan sehingga menyerupai ular. Oleh karena itu hewan jenis ini sering disebut bintang ular laut (Ophiuroidea brevispinum)
Coba Anda perhatikan gambar di atas! Mulut dan madreporitnya terdapat di permukaan oral. Hewan ini tidak mempunyai anus, sehingga sisa makanan atau kotorannya dikeluarkan dengan cara dimuntahkan melalui mulutnya. Hewan ini hidup di laut yang dangkal atau dalam. Biasanya bersembunyi di sekitar batu karang, rumput laut, atau mengubur diri di lumpur/pasir. Ia sangat aktif di malam hari. Makanannya adalah udang, kerang atau serpihan organisme lain (sampah).4. Crinoidea

Jika Anda pernah menyelam ke dasar laut, mungkin Anda mengira jenis hewan Crinoidea ini adalah tumbuhan. Memang sekilas hewan ini mirip tumbuhan bunga. Ia memiliki tangkai dan melekat pada bebatuan, tak beda seperti tumbuhan yang menempel di bebatuan. Ia juga memiliki 5 lengan yang bercabang-cabang lagi mirip bunga lili. Oleh karena itu hewan ini sering disebut lili laut (Metacrinus sp).
Ciri lainnya mulut dan anus hewan ini terdapat di permukaan oral dan tidak mempunyai madreporit. Hewan ini sering ditemukan menempel dengan menggunakan cirri (akar) pada bebatuan di dasar laut. Ia juga bisa berenang bebas, sehingga jika lingkungan tidak menguntungkan akan pindah dan menempel pada tempat lain. Jenis lainnya adalah Antedon tenella, dengan tubuhnya kecil-kecil, bentuk piala disebut calyx (kaliks) tanpa tangkai.

5. Holoturoidea

Hewan jenis ini kulit durinya halus, sehingga sekilas tidak tampak sebagai jenis Echinodermata. Tubuhnya seperti mentimun dan disebut mentimun laut atau disebut juga teripang. Hewan ini sering ditemukan di tepi pantai. Gerakannya tidak kaku, fleksibel, lembut dan tidak mempunyai lengan. Rangkanya direduksi berupa butir-butir kapur di dalam kulit. Mulut terletak pada ujung anterior dan anus pada ujung posterior (aboral). Di sekeliling mulut terdapat tentakel yang bercabang sebanyak 10 sampai 30 buah. Tentakel dapat disamakan dengan kaki tabung bagian oral pada Echinodermata lainnya. Tiga baris kaki tabung di bagian ventral digunakan untuk bergerak dan dua baris di bagian dorsal berguna untuk melakukan pernafasan. Selain itu pernafasan juga menggunakan paru-paru air.

Kebiasaan hewan ini meletakkan diri di atas dasar laut atau mengubur diri di dalam lumpur/pasir dan bagian akhir tubuhnya diperlihatkan. Jika Anda mengganggunya biasanya ia mengkerut.

ARTIKEL ECHINODERMATA
Echinodermata adalah hewan yang mempunyai kulit yang berduri-duri yang disusun oleh keping-keping dari kapur.
pergerakannya menggunakankaki tabung dari sistem ambulakral. Ciri umum lainnya adalah mempunyai tubuh simetris bilateral pada waktu masih larva, sedang pada waktu dewasa bertubh radial simetri. tubuhnya tidak bersegmen
Struktur dan Fungsi Tubuh Echinodermata
sistem saluran air : sistem alat gerak binatang laut adalah sistem ambulakral yang sebenarnya merupakan sistem saluran air
sistem pencernaan : saluran pencernaan dimulai dari mulut yang terletak di permukaan bawah tubuh, diteruskan ke esophagus yang tedapat diatasnya yang bersambung dengan lambung. diatas lambung terdapat usus yang menuju ke anus pada permukaan atas tubuh.
sistem pernapasan : alat pernapasannya berupa paru paru kulit. yaitu penonjulan dinding selam yang tipis
sistem reporduksi : jenis kelamin terpisah antara jantan dan betina
Klasifikasi Echinodermata
Echinodermata dapat dibagi menjadi 5 kelas berdasarkan bentuk tubuhnya
Asteroidea : bentuk tubh hewan dewasanya berlengan lima seperti bintang dan alat dalam bercabang ke seluruh lengan
Ophiluroidea ; bentuk tubuhnya berlengan lima dan panjang, alat dalam tidak bercabang ke lima lengannya serta tidak beranus. contohnya ular laut
Crinoidea ; bentuk tubuhnya bercabang lima atau kelipatan lima ; ada yang bertangkai dan ada yang juga tidak bertangkai. contohnya seperti lili laut
Echinoidea ; bentuk tubuhnya tidak mempunyai lengan, berbentuk radial simetri. contohnya bulu babi dan landak laut.
Holoturaoidea ; bentuk tubuhnya tidak mempunya lengan, bentuk tubuhnya memanjang, dan mulutnya terletak pada ujung yang berlawanan dengan anus. contohnya ; mentimun laut ata teripang
Hubungan Echinodermata dengan kehidupan Manusia
Echonidermata umumnya mempunya nilai ekonomi dan berguna pada kebersihan lingkungan. Kegunaannya
Sebagai bahan makanan
Sebagai pupuk
Pembersih lingkungan pantai
Kumpulan Penemuan Baru pada Echinodermata
TERIPANG
Spesialis penyakit dalam RS Hasan Sadikin Bandung, dr. Primal Sudjana SpPD- KPTI
Mengungkapkan bahwa jika selama 6 bulan virus hepatitis akibat serangan virus tidak diatasi maka akan mengakibatkan hepatitis akut. Selanjutnya akan berubah menjadi sirosis atau pengerasan hati setelah 6 bulan berikutnya. Dalam perkembangannya sirosis akan berpotensi menjadi kanker hati.
Pada Juli 2008 pria kelahiran Surakarta 29 September 1949 itu teringat akan ekstrak teripang yang tersimpan di lemari es selama berbulan-bulan. Ia mulai mengkonsumsinya setelah berbagai jalan yang nihil hasilnya. Hewan laut filum Echinodermata itu ia rajin mengkonsumsinya 2 sdm 2x sehari. Waskito terlihat segar dan bugar kembali setelah 3 bulan konsumsi ekstrak teripang. Hal ini semakin dikuatkan dengan Kadar bilirubin, SGPT dan SGOTnya kembali normal setelah ia kembali memeriksakannya di laboratorium.
Seorang peneliti dari Inversitas Kebangsaan Malaysia, Prof. Dr. Ridzwan Hashim berpendapat bahwa ekstrak teripang mengandung 86% protein yang gampang diuraikan menjadi enzim pepsin. Kandungan protein yang tinggi berperan sebagai immunomodulator alias pembangun sistem kekebalan tubuh. Protein dan 16 asam amino essensial sangat bagus dalam memperkuat hati untuk mengeluarkan antibodi dan meregenerasi sel-sel tubuh. Selanjutnya  menurut dr. Zen Djaja, MD di Malang, ia mengatakan bahwa ekstrak teripang dapat membantu memperbaiki fungsi hati. Sifat gamat yang mudah larut dalam air membuatnya mudah terserap tanpa mengalami detoksifikasi dalam Hati.
BINTANG LAUT DAN PERILAKU
Sebuah Penelitian
peneliti meneliti hewan berbentuk piringan di pedalaman Samudera Pasifik. Menariknya, hewan yang diberitakan pada jurnal Systematic Biology ini tubuhnya tak pernah sampai pada fase hidup semacam makhluk dewasa.
Spesies bintang laut yang masuk ke dalam genus “Xyloplax” ini hidup di dasar laut dalam, kawasan di mana ukuran kecil malahan merupakan keuntungan. Dia cuma berdiameter antara 2 hingga 5 milimeter saja. Binatang ini pun tak punya lengan sebagaimana yang umum dilihat pada bintang laut dewasa. Dengan tetap berukuran kecil, makhluk ini bisa masuk ke sudut serta celah seperti celah kayu di mana mereka sanggup memakan bermacam-macam hal yang berada di sekelilingnya,”
peneliti melihat sesungguhnya Xyloplax adalah echinoderm, sekelompok organisme yang meliputi bintang laut, teratai laut, teripang, bintang rapuh serta bulu babi.
Perilaku bintanglaut
Beberapa echinodermata adalah karnivora (untuk bintang laut misalnya) lain pemburu detritus (misalnya beberapa teripang) atau pengumpan planktonik (untuk bintang misalnya keranjang).
Reproduksi dilakukan oleh pelepasan sperma dan telur ke dalam air. Sebagian besar spesies menghasilkan pelagis (= mengambang bebas) larva plankton yang memakan plankton. Larva ini adalah simetris bilateral, tidak seperti orang tua mereka (ilustrasi dari larva bintang laut di bawah). Ketika mereka mengendap di bagian bawah mereka berubah ke fitur echinoderm khas
Bintang Laut Bisa Jadi Obat Asma
London, Penyakit asma selama ini diketahui belum ada obat yang bisa menyembuhkannya, begitu pula dengan radang sendi atau arthritis. Tapi studi terbaru dari ilmuwan kelautan menunjukkan bahwa bintang laut bisa menjadi obat untuk penderita asma dan radang sendi.
Sebuah tim peneliti dari Scottish Association for Marine Science telah mempelajari substansi atau bahan berlendir yang melapisi tubuh bintang laut berduri.
Peneliti menemukan bahwa bahan licin pada bintang laut lebih baik dari Teflon untuk menghentikan puing-puing menempel pada tubuh bintang laut, sehingga bisa menjaga kebersihannya.
Dan peneliti percaya bahwa bahan tidak lengket ini dapat dijadikan senjata baru yang penting untuk mengobati penyakit inflamasi atau peradangan seperti asma dan radang sendi.
Penyakit peradangan seperti asma dan radang sendi merupakan kondisi yang terjadi ketika respon alami tubuh terhadap infeksi dipercepat diluar kendali.
Hal ini membuat sel darah putih (leukosit) yang bertugas memerangi infeksi mulai menumpuk di pembuluh darah dan menempel pada sisi-sisinya, sehingga dapat menyebabkan kerusakan jaringan.
“Lendir bintang laut dapat digunakan untuk melapisi pembuluh darah yang akan membiarkan sel darah putih mengalir dengan mudah,” jelas Dr Charlie Bavington, peneliti utama, seperti dilansir Dailymail, Minggu (12/12/2010).
Dr Bavinton mengatakan sel-sel darah putih harus tetap mengalir pada pembuluh darah. Jadi tim peneliti mulai mempelajari bagaimana lendir bintang laut dapat mengatasi hal ini dan mencegah terjadinya peradangan pada tubuh manusia.
“Ini dapat mengurangi jumlah obat yang harus diminum pasien asma dan radang sendi, yang sering memiliki efek samping yang tidak diinginkan,” lanjut Dr Bavington.
Hasil penelitian ini juga didukung oleh Profesor Clive Page dari King’s College Library. Menurutnya bintang laut sangat efektif dan telah banyak membantu pengobatan manusia.
“Kami belajar sepanjang waktu dari alam tentang bagaimana menemukan obat baru, termasuk pada bintang laut,” jelas Prof Clive Page.
Health.detik.com/read/2010/12/12/121108/1522614/763/bintang-laut-jadi-obat
Peran Teripang dalam menyembuhkan Berbagai penyakit
Kandungan grow factor yang tinggi pada teripang mampu merehabilitasi sel-sel tubuh yang sudah rusak. Teripang mempunyai kandungan protein yang sangat tinggi hingga mencapai 82% juga mengandung asam lemak essensial yang sangat bermanfaat untuk memperkuat sel hati untuk mengeluarkan antibodi. Dengan kandu ngan manfaat seperti itu teripang (gamat) seringkali disebut sebagai imunomodulator.
Dengan kandungan kolagen yang sangat tinggi, teripang (gamat) mampu melakukan regenerasi sel dengan cepat. Menurut Dr. Zen, gamat larut dalam air sehingga sangat cepat terserap oleh hati tanpa mengalami detoksifikasi.
Prof. Aleli Gana dan Dr. Florinia Merca dari Fakultas Kimia, University of the Philippines, Filipina telah melakukan penelitian yang mendalam terhadap teripang dan menemukan senyawa yang bernama lektin yang mampu secara aktif penghambat pertumbuhan sel kanker. Dalam penelitian tersebut mereka mendapatkan bahwa teripang pada konsentrasi 50 mikrogram mampu menggumpalkan dan menghadang pertumbuhan sel kanker. Hal serupa dibuktikan Jaime Rodriguez, Universidad de Santiago de Compostela, Spanyol.
Menurut Dr.Ir.M. Ahkam Subroto, M.App.Sc., seorang ahli riset Bioteknolog LIPI, menyimpulkan bahwa kandungan protein tinggi pada teripang yang mencapai 82%, sangat baik diberikan kepada penderita diabetes. Protein tinggi berperan meregenerasi sel beta pankreas yang memproduksi insulin. Hasilnya,akan menyebabkan produksi insulin meningkat.
Manfaat Teripang tidak hanya membantu proses penyembuhan stroke & asma. Banyak penyakit maut lain yang dapat disembuhkan oleh teripang seperti diabetes mellitus, jantung koroner, hepatitis, dan psoriasis.
Menurut Dr. Zen teripang berkhasiat untuk menyembuhkan hampir semua kasus penyakit. Cara kerjanya tentu saja berbeda. Misalnya untuk asam urat ekstrak teripang memblokir asam urat, untuk osteoarthritis alias radang sendi teripang memberikan kondroitin sehingga tulang rawannya membaik.

Hasil Penelitian para ahli di Bidang kesehatan
Beberapa Universitas di Malaysia telah melakukan penelitian tentang khasiat dan manfaat teripang untuk kesehatan, dari penelitian yang dilakukan selama 8 tahun mereka menemukan bahwa teripang dapat melancarkan peredaran darah. Selain itu, teripang juga berkhasiat untuk mencegah penyumbatan kolesterol pada pembuluh darah, melancarkan fungsi ginjal, meningkatkan metabolisme, membantu arthritis, juga membantu menyembuhkan diabetes mellitus dan hipertensi serta mempercepat penyembuhan luka, baik luka luar maupun luka dalam. Dalam penelitian tersebut ternyata teripang juga berfungsi sebagai antiseptic alami yang cukup efektif untuk berbagai macam penyakit.
Teripang juga mengandung Cell Growth Factor (faktor regenerasi sel) yang dapat merangsang regenerasi (pemulihan) sel dan jaringan tubuh manusia yang telah rusak/sakit bahkan telah membusuk sekalipun, sehingga menjadi sehat/pulih kembali.
Kandungan Sea Cucumber (tripang emas) berdasarkan hasil penelitian adalah :
1. Protein 86,8%
2. Kolagen 80,0%
3. Mineral
4. Mukopolisakarida
5. Glucasaninoglycans (GAGs)
6. Antiseptik alamiah
7. Chondroitin
8. Omega-3, 6, dan 9
9. Asam Amino

Teripang juga telah diproduksi sebagai obat yang sangat kaya manfaat dan terbukti kemanjurannya, telinga kita tentunya juga sangat akrab dengan produk K-Link yang menjadikan salah satu produk berbahan baku teripang sebagai bahan utamanya, dan telah terbukti menyembuhkan ribuan orang dari derita penyakit mereka mulai dari stroke, liver, pembusukan organ tubuh dan lain-lain

Mengatasi Penyakit Radang Usus Dengan Mentimun Laut
Beda Obat dan racun memang setipis kulit bawang. Lihatlah nikotin dalam daun tembakau yang membahayakan kesehatan lantaran mengakibatkan penyakit arteriosclerosis dan jantung koroner. namun zat itu sekaligus sebagai obat anti pembengkakan penyebab berbagai penyakit termasuk penyakit jantung dan radang usus.

Temuan itu sesuai dengan penelitian Wouter De Jonge dari Academic Medical Center Amsterdan, Belanda . Dalam riset laboratorium, nikotin tembakau diserap oleh reseptor nikotin dalam makrofag yang bernama
alfa-7 acetilcoline. Lantas acetilcoline mengeluarkan zat yang mampu menghentikan produksi sitokinine penyebab radang termasuk radang usus.

Menerut dr. Hendrawan Nadesu, radang usus besar yang dikenal dengan nama cholitis ulcerative adalah penyakit mengenai saluran cerna khususnya usus besar – anus yang ditandai dengan adanya ulkus atau borok. Biasanya penyakit ini bersifat menahun dan belum diketahui penyebab pastinya. Faktor keturunan turut mempengaruhi terjadinya radang usus. Penyebab lain karena infeksi oleh amuba atau kuman yang menyebabkan pembengkakan. Terapi yang biasanya dilakukan dengan obat-obatan anti pembengkakan seperti kortikosteroid dan sulfasalsin.

Calon Kanker
Pada peradangan kronis dilakukan operasi untuk memotong usus pda bagian yang meradang. Vonis itulah yang dihadapi oleh Agus Purnomo. Awalnya, tangisan meraung-raung Agus memecah kesenyapan pagi. Kedua tangannya memegang perut bagian bawah yang sakit tak terperi. Istrinya Emmy Ouwissa, segera membawa Agus ke rumah sakit terdekat. Setelah memeriksa Agus, dokter mendiagnosis mag akut. Obat antinyeri yang dikonsumsi Agus memang meredakan sakit, tapi Cuma sesaat.

Radang usus bisa disebabkan oleh bakteria
Beberapa jam berselang, Agus kembali meraung-raung. pagi itu juga Emmy membawa suaminya kerumah sakit lain. Dokter mendiagnosis, pria 46 tahun itu mengidap radang usus yang berpotensi menjadi kanker usus. Penyakit perut yang tak tertahankan itu sebenarnya mendera Agus sejak 6 bulan sebelumnya.

Setiap malam perutnya terasa kembung, mual, dan perih. Namun, rasa sakit itu dibiarkan lantaran ayah satu anak itu mengira sembelit biasa telah mendera. sebab, sakit perut itu dibarengi dengan sulit buang air besar dan tinja berdarah, “Mungkin lebih dari 50 ml setiap hari.,” kata Agus. Selain itu buang angin juga sulit dilakukan.

Barulah perutnya kian menggembung dan perihnya tak tertahankan, pria kelahiran 16 Februari 1961 itu dilarikan ke rumah sakit. Awalnya dokter gagal mendiagnosis penyakit Agus, lantaran saat diperiksa Agus berguling-guling diruang pemeriksaan dan mengatakan sekujur tubuhnya sakit dan perih. Setelah sakitnya mereda, dokter langsung memeriksa jantung menggunakan ekokardiogram, darah, ginjal, dan pemeriksaan usus melalui kolonoskopi.

Radang Usus
Hasil laboratorium menunjukkan, Agus mengidap radang usus kronis dan terjadi luka dilapisan mukosa usus. Penyebabnya tidak diketahui. Namun, Agus diharuskan menjalani rawat inap untuk mempercepat kesembuhan. Ia hanya boleh mengkonsumsi bubur, jus buah-buahan, dan makanan halus. Sedangkan makanan asam, pedas atau bersifat panas seperti nangka dan durian dihindari. Ada 3 jenis obat-obatan yang dimakan yaitu pereda sakit, antibiotik dan penyakit jantung. “yang paling menyakitkan saat memasukkan obat melalui anal”, kata pria kelahiran Pati, Jawa Tengah, itu. Pemasukan obat cair itu setiap 2 kali sehari.

Agus Purnomo, radang usus mendera akibat luka mukosa usus
Setelah 1 minggu perawatan, Agus diperbolehkan pulang dan diwajibkan mengkonmsumsi obat-obatan resep, termasuk obat anal. Sayang, pendarahan ketika buang air besar tetap terjadi, dan volumenya kian makin banyak. Bahkan setelah 4 bulan, dokter menyatakan luka usus makin parah dan harus dipotong. jika tidak luka akan menyebar dan menyebabkan kanker usus atau anemia kronis.

Lantaran kaget dan takut, Agus mencari kesembuhan ditempat lain. Kebetulan kerabat dekat Agus yang juga mengidap penyakit sama baru sembuh setelah dirawat di Rumah sakit di Malaysia. Oleh sebab itu, Agus telah bersiap ke negeri jiran. Namun, sebelum berangkat seorang rekan menyodorkan ekstraksi teripang walau engan, Angus mengkonsumsi gamat untuk membuktikan keampuhan suplemen yang diceritakan Hartono, rekannya itu.

Sepekan mengkonsumsi, Agus mulai merasakan perubahan. Darah yang keluar bersama tinja semakin sedikit. “Darah tak lagi mengucur tiap hari, hanya 3 hari sekali dan tidak banyak,” kata ayah Reynaldi Itu. Setelah satu bulan , darah pun tak lagi mengucur dan sakit diperutnya hilang.

Penggunan mentimun laut untuk mengendalikan radang usus telah dibuktikan oleh Ritzwan Hasim dari departemen ilmu biokimia, Universitas Kebangsaan Malaysia. Penelitian membuktikan gamat bersifat antibakteri, anatra lain bakteri proteus mirabilis, penyebab lukla dalam organ tubuh, dan Eschericia colli, bakteri penginfeksi usus.

Penelitian lain dilakukkan Hassan Yakob dari Universitas Malaya, Malaysia. Menurut Hassan gamat bersifat anti radang atau anti inflamasi yang dibuktikan dengan kecepatan pemulihan radang pada kelinci yang disayat. Makanya radang usus yang dideita Agus cepat lenyap.
Spirulina sebagai pendamping gamat berkhasiat sebagai pemberi masa pada tinja. Penyebabnya, spirulina memiliki efek anti diare. Itu dibuktikan Tsuchihashi N dari Chiba Hygine College Jepang, menurut Tsuchihashi konsumsi spirulina mampu meningkatkan 5 persen bakteri probiotics seperti lactobacillus arcidophilus, lactococcus lactis, streptococcus thermophillus, lactobacillus casei, lactobacillus, dan lactobacillus bulgaricus.
Rendahnya jumlah Lactobacillus dalamusus manusia menyebabkan diare. Tak hanya memperbaiki usus manusia, lactobacillus memiliki tugas penting lain, yaitu, memperbaiki pencernaan dan penyerapan zat gizi dalam tubuh, mencegah infeksi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu spirulina tak hanya membantu memulihkan radang usus Agus, tapi juga memperbaiki sistem pencernaannya.

Demam Berdarah
Setelah terlepas dari penyakit perut yang menyesakkan, Agus tetap mengkonsumsi gamat untuk menjaga kondisi tubuh dari penyakit. Ia juga memberikan gamat pada anaknya yang terkena demam berdarah, awal febuari 2007, Reynaldi hanya mengeluh demam yang berkepanjangan yang disertai nyeri. Selain itu perutnya perih dan terus menggigil. Lantaran musim hujan dan banyaknya aktifitas reynaldi, agus memaklumi penurunan kondisi tubuhnya namun, 2- 3 kali kemudian tetap tak ada perubahan bahkan panasnya meningkat hingga 39ºC.

Setelah 4 hari demam mendera, Reynaldi diboyong ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan dokter dan laboratorium kesehatan. Hasilnya parameter trombosit 131×103 /µl dibawah ambang batas 150-450x 103/µl. Selain itu bagian immunoserologi anti dengue IgM positif lantara bercak merah sudah terlihat ditubuh Reynaldi, dokter memvonis pria kelahiran 1984 itu terjangkit demam berdarah.

Teripang berkhasiat anti bakteri / virus
Data Departement Kesehatan, pada januari dan febuari 2007, DBD menyebar dan menjangkiti 16.803 orang dan 267 pasien meninggal dunia. Biang kedalinya, nyamuk yang warna hitam berbintik putih yang kerap bersarang di genangan air jernih seperti bak mandi, tempayan, vas bunga dan pakaian bergantung dikamar. Hewan famili flavividae pembawa virus dengue itu berkembang biak pada kelembapan udara dan suhu hangat.

Dokter menyarankan Reynaldi menjalani rawat inap. Namun, Agus yakin gamat mengatasi demam berdarah seperti halnya penyakit kronis yang diidapnya. Seminggu menjalin perawatan dirumah, kondisi tubuh Reynaldi membaik. Demamnya telah lenyap, sehu tubuhnya kembali normal. Tidurnya kembali nyenyak setelah nyeri yang terus merongrong tubuh membuat tidur tak lelap.

Untuk mengetahui lebih lanjut kondisi tubuhnya, memeriksakan tubuhnya kerumah sakit terdekat. Hasil tes darah menunjukkan nilai trombositnya melonjak dari 131×103 /µl menjadi 156×103/µl. Membaiknya kondisi Reynaldi bukannya tanpa sebab. Reynaldi selalu mengkonsumsi gamat 3×3 sendok makan setiap kala perawatan. Makanya, virus demam berdarah yang seharusnya mengasamkan lambung, melinukan sendi, dan merusakan limpanya tak mampu menyebar dan bertahan lebih lama.

Darah Beku
Menurut dr Dewata Dermawan SpPD, ahli penyakit dalam di Rumah sakit Internasional Bintaro , Tangerang, virus DBD berkembang dalam tubuh dalam beberapa tahapan. Bentuk reaksi pertama terjadi netralisasi virus dan disusul pengendapan virus pada pembuluh darah kecil dikulit yang tergejala ruam. saat itu juga keasaman lambung meningkat dan aliran darah semakin lambat.

Reaksi kedua tejadi gangguan fungsi pembekuan darah akibat penurunan jumlah dan kualitas komponen beku darah seperti trombosit. Jika plasma darah keluar dari pembuluh darah menuju ke rongga perut dan rongga selaput baru berupa gejala efusi pleura. Hal itu baru terlihat pada hari ke-6. “Itu sebabnya diagnosis baru bisa ditegakkan setelah 6 hari,” kata Alumus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Gamat dipercaya mampu menetralisir keasaman lambung yang meningkat, mengencerkan darah yang mengental akibat turunya trombosit, memperbaiki sirkulasi yang terhambat sebagai efek samping terjangkitnya virus dengue. “MPS bersama GAGs memberikan efek lendir pada dinding sel,” kata Dr. Muhilal, ahli gizi dari pusat penelitian dan pengembangan gizi dan makanan, Bogor. Artinya teripang berfungsi sebagai antithrombogenik mencegah penggumpalan dan pembekuan melalui pengenceran darah.

Sedangkan menurut Prof Ritzwan Hashim dari Universitas Kebangsaan Malaysia, Teripang ataumentimun laut mampu menurunkan tekanan darah lantara kaya glycosaminogycans. Senyawa itu berefek mengencerkan darah sehingga melancarkan cairan yang tersumbat. Bersama-sama kondroitin sulfat, glycosaminogycans menghilangkan radang otot persendian penyebab linu yang juga dihasilkan saat virus dengue ada dalam tubuh.(Vina Fitriani).Mentimun Laut Penyembuh Radang Usus sumber majalah trubus.

Efek Rumah Kaca

Standard

 Efek Rumah Kaca

A.      Pengenalan efek rumah kaca

Efek rumah kaca, pertama kali ditemukan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan sebuah proses di mana atmosfer memanaskan sebuah planet. Mars, Venus, dan benda langit beratmosfer lainnya (seperti satelit alami Saturnus, Titan) memiliki efek rumah kaca. Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia (lihat juga pemanasan global). Yang belakangan ini diterima oleh semua; yang pertama diterima kebanyakan oleh ilmuwan, meskipun ada beberapa perbedaan pendapat.

Ketika radiasi matahari tampak maupun tidak tampak dipancarkan ke bumi, 10 energi radiasi matahari itu diserap oleh berbagai gas yang ada di atmosfer, 34% dipantulkan oleh awan dan permukaan bumi, 42% membuat bumi menjadi panas, 23% menguapkan air, dan hanya 0,023% dimanfaatkan tanaman untuk perfotosintesis.

Malam hari permukaan bumi memantulkan energi dari matahari yang tidak diubah menjadi bentuk energi lain seperti diubah menjadi karbohidrat oleh tanaman dalam bentuk radiasi inframerah. Tetapi tidak semua radiasi panas inframerah dari permukaan bumi tertahan oleh gas-gas yang ada di atmosfer. Gas-gas yang ada di atmosfer menyerap energi panas pantulan dari bumi.

Dalam skala yang lebih kecil – hal yang sama juga terjadi di dalam rumah kaca. Radiasi sinar matahari menembus kaca, lalu masuk ke dalam rumah kaca. Pantulan dari benda dan permukaan di dalam rumah kaca adalah berupa sinar inframerah dan tertahan atap kaca yang mengakibatkan udara di dalam rumah kaca menjadi hangat walaupun udara di luar dingin. Efek memanaskan itulah yang disebut efek rumah kaca atau ”green house effect”. Gas-gas yang berfungsi bagaikan pada rumah kaca disebut gas rumah kaca atau ”green house gases”.

B.      Pengaruh efek rumah kaca

Pengaruh rumah kaca terbentuk dari interaksi antara atmosfer yang jumlahnya meningkat dengan radiasi solar. Meskipun sinar matahari terdiri atas bermacam-macam panjang gelombang, kebanyakan radiasi yang mencapai permukaan bumi terletak pada kisaran sinar tampak. Hal ini disebabkan ozon yang terdapat secara normal di atmosfer bagian atas, menyaring sebagian besar sinar ultraviolet. Uap air atmosfer dan gas metana dari pembusukan – mengabsorpsikan sebagian besar inframerah yang dapat dirasakan pada kulit kita sebagai panas. Kira-kira sepertiga dari sinar yang mencapai permukaan bumi akan direfleksikan kembali ke atmosfer. Dalam efek rumah kaca ini sangat mempengaruhi alam dengan berbagai gas yang menyebar terhadap lingkungan diantaranya ;

1.  Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai. Karbondioksida adalah gas terbanyak kedua. Ia timbul dari berbagai proses alami seperti: letusan vulkanik; pernapasan hewan dan manusia (yang menghirup oksigen dan menghembuskankarbondioksida); dan pembakaran material organik (seperti tumbuhan). Karbondioksida dapat berkurang karena terserap oleh lautan dan diserap tanaman untuk digunakan dalam proses fotosintesis. Fotosintesis memecah karbondioksida dan melepaskan oksigen ke atmosfer serta mengambil atom karbonnya.

2. Uap air

Uap air adalah gas rumah kaca yang timbul secara alami dan bertanggungjawab terhadap sebagian besar dari efek rumah kaca. Konsentrasi uap air berfluktuasi secara regional, dan aktivitas manusia tidak secara langsung mempengaruhi konsentrasi uap air kecuali pada skala lokal. Meningkatnya temperatur atmosfer yang disebabkan efek rumah kaca akibat gas-gas antropogenik akan menyebabkan meningkatnya kandungan uap air di troposfer, dengan kelembapan relatif yang agak konstan. Oleh karena itu, uap air berperan sebagai umpan balik positif terhadap aksi yang dilakukan manusia yang melepaskan gas-gas rumah kaca seperti CO2. Perubahan dalam jumlah uap air di udara juga berakibat secara tidak langsung melalui terbentuknya awan.

3.       Karbondioksida

Manusia telah meningkatkan jumlah karbondioksida yang dilepas ke atmosfer ketika mereka membakar bahan bakar fosil, limbah padat, dan kayu untuk menghangatkan bangunan, menggerakkan kendaraan dan menghasilkan listrik. Pada saat yang sama, jumlah pepohonan yang mampu menyerap karbondioksida semakin berkurang akibat perambahan hutan untuk diambil kayunya maupun untuk perluasan lahan pertanian.

Walaupun lautan dan proses alam lainnya mampu mengurangi karbondioksida di atmosfer, aktivitas manusia yang melepaskan karbondioksida ke udara jauh lebih cepat dari kemampuan alam untuk menguranginya. Pada tahun 1750, terdapat 281 molekul karbondioksida pada satu juta molekul udara (281 ppm). Pada Januari 2007, konsentrasi karbondioksida telah mencapai 383 ppm (peningkatan 36 persen). Jika prediksi saat ini benar, pada tahun 2100, karbondioksida akan mencapai konsentrasi 540 hingga 970 ppm. Estimasi yang lebih tinggi malah memperkirakan bahwa konsentrasinya akan meningkat tiga kali lipat bila dibandingkan masa sebelum revolusi industri.

4.       Metana

Metana yang merupakan komponen utama gas alam juga termasuk gas rumah kaca. Ia merupakan insulator yang efektif, mampu menangkap panas 20 kali lebih banyak bila dibandingkan karbondioksida. Metana dilepaskan selama produksi dan transportasi batu bara, gas alam, dan minyak bumi. Metana juga dihasilkan dari pembusukan limbah organik di tempat pembuangan sampah (landfill), bahkan dapat keluarkan oleh hewan-hewan tertentu, terutama sapi, sebagai produk samping dari pencernaan. Sejak permulaan revolusi industri pada pertengahan 1700-an, jumlah metana di atmosfer telah meningkat satu setengah kali lipat.

5.       Nitrogen Oksida

Nitrogen oksida adalah gas insulator panas yang sangat kuat. Ia dihasilkan terutama dari pembakaran bahan bakar fosil dan oleh lahan pertanian. Ntrogen oksida dapat menangkap panas 300 kali lebih besar dari karbondioksida. Konsentrasi gas ini telah meningkat 16 persen bila dibandingkan masa pre-industri.

Gas rumah kaca lainnya dihasilkan dari berbagai proses manufaktur. Campuran berflourinasi dihasilkan dari peleburan alumunium. Hidrofluorokarbon (HCFC-22) terbentuk selama manufaktur berbagai produk, termasuk busa untuk insulasi, perabotan (furniture), dan tempat duduk di kendaraan. Lemari pendingin di beberapa negara berkembang masih menggunakan klorofluorokarbon (CFC) sebagai media pendingin yang selain mampu menahan panas atmosfer juga mengurangi lapisan ozon (lapisan yang melindungi Bumi dari radiasi ultraviolet). Selama masa abad ke-20, gas-gas ini telah terakumulasi di atmosfer, tetapi sejak 1995, untuk mengikuti peraturan yang ditetapkan dalam Protokol Montreal tentang Substansi-substansi yang Menipiskan Lapisan Ozon, konsentrasi gas-gas ini mulai makin sedikit dilepas ke udara.

Para ilmuan telah lama mengkhawatirkan tentang gas-gas yang dihasilkan dari proses manufaktur akan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Pada tahun 2000, para ilmuan mengidentifikasi bahan baru yang meningkat secara substansial di atmosfer. Bahan tersebut adalah trifluorometil sulfur pentafluorida. Konsentrasi gas ini di atmosfer meningkat dengan sangat cepat, yang walaupun masih tergolong langka di atmosfer tetapi gas ini mampu menangkap panas jauh lebih besar dari gas-gas rumah kaca yang telah dikenal sebelumnya. Hingga saat ini sumber industri penghasil gas ini masih belum teridentifikasi.

 

C.      Mekanisme Terjadinya

Proses terjadinya efek rumah kaca ini berkaitan dengan daur aliran panas matahari. Kurang lebih 30% radiasi matahari yang mencapai tanah dipantulkan kembali ke angkasa dan diserap oleh uap, gas karbon dioksida, nitrogen, oksigen, dan gas-gas lain di atmosfer. Sisanya yang 70% diserap oleh tanah, laut, dan awan. Pada malam hari tanah dan badan air itu relatif lebih hangat daripada udara di atasnya. Energi yang terserap diradiasikan kembali ke atmosfer sebagai radiasi inframerah, gelombang panjang atau radiasi energi panas. Sebagian besar radiasi inframerah ini akan tertahan oleh karbon dioksida dan uap air di atmosfer. Hanya sebagian kecil akan lepas ke angkasa luar. Akibat keseluruhannya adalah bahwa permukaan bumi dihangatkan oleh adanya molekul uap air, karbon dioksida, dan semacamnya. Efek penghangatan ini dikenal sebagai efek rumah kaca.Sedangkan proses secara singkatnya yaitu ketika sinar radiasi matahari menembus kaca sebagai gelombang pendek sehingga panasnya diserapa oleh bumi dan tanaman yang ada di dalam rumah kaca tersebut. Untuk selanjutnya, panas tersebut di radiasikan kembali namun dengan panjang gelombang yang panjang(panjang geklombang berbanding dengan energi) sehingga sinar radiasi tersebut tidak dapat menembus kaca. Akibatnya, suhu di dalam rumah kaca lebih tinggi dibandingkan dengan suhu yang di luar rumah kaca.

D.      Dampak Rumah Kaca

Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara Kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.Diantaranya berdampak ialah :

1.       Iklim Mulai Tidak Stabil

Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat. Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, dimana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air). Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini). Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.

2.  Peningkatan permukaan laut

Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 – 25 cm (4 – 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm (4 – 35 inchi) pada abad ke-21.Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai. Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades.

3. Suhu Global Cendrung meningkat.

Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.

4.       Gangguan ekologis

Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.

5.       Dampak sosial dan politik

Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain. Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Seperti meningkatnya kejadian Demam Berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak. Dengan adamya perubahan iklim ini maka ada beberapa spesies vektor penyakit (eq Aedes Agipty), Virus, bakteri, plasmodium menjadi lebih resisten terhadap obat tertentu yang target nya adala organisme tersebut. Selain itu bisa diprediksi kan bahwa ada beberapa spesies yang secara alamiah akan terseleksi ataupun punah dikarenakan perbuhan ekosistem yang ekstreem ini. hal ini juga akan berdampak perubahan iklim (Climate change)yang bisa berdampak kepada peningkatan kasus penyakit tertentu seperti ISPA (kemarau panjang / kebakaran hutan, DBD Kaitan dengan musim hujan tidak menentu) gradasi lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

6.       Perdebatan tentang pemanasan global

Tidak semua ilmuwan setuju tentang keadaan dan akibat dari pemanasan global. Beberapa pengamat masih mempertanyakan apakah temperatur benar-benar meningkat. Yang lainnya mengakui perubahan yang telah terjadi tetapi tetap membantah bahwa masih terlalu dini untuk membuat prediksi tentang keadaan di masa depan. Kritikan seperti ini juga dapat membantah bukti-bukti yang menunjukkan kontribusi manusia terhadap pemanasan global dengan berargumen bahwa siklus alami dapat juga meningkatkan temperatur. Mereka juga menunjukkan fakta-fakta bahwa pemanasan berkelanjutan dapat menguntungkan di beberapa daerah. Para ilmuwan yang mempertanyakan pemanasan global cenderung menunjukkan tiga perbedaan yang masih dipertanyakan antara prediksi model pemanasan global dengan perilaku sebenarnya yang terjadi pada iklim. Pertama, pemanasan cenderung berhenti selama tiga dekade pada pertengahan abad ke-20; bahkan ada masa pendinginan sebelum naik kembali pada tahun 1970-an. Kedua, jumlah total pemanasan selama abad ke-20 hanya separuh dari yang diprediksi oleh model. Ketiga, troposfer, lapisan atmosfer terendah, tidak memanas secepat prediksi model. Akan tetapi, pendukung adanya pemanasan global yakin dapat menjawab dua dari tiga pertanyaan tersebut. Kurangnya pemanasan pada pertengahan abad disebabkan oleh besarnya polusi udara yang menyebarkan partikulat-partikulat, terutama sulfat, ke atmosfer. Partikulat ini, juga dikenal sebagai aerosol, memantulkan sebagian sinar matahari kembali ke angkasa luar. Pemanasan berkelanjutan akhirnya mengatasi efek ini, sebagian lagi karena adanya kontrol terhadap polusi yang menyebabkan udara menjadi lebih bersih. Keadaan pemanasan global sejak 1900 yang ternyata tidak seperti yang diprediksi disebabkan penyerapan panas secara besar oleh lautan. Para ilmuan telah lama memprediksi hal ini tetapi tidak memiliki cukup data untuk membuktikannya. Pada tahun 2000, U.S. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) memberikan hasil analisa baru tentang temperatur air yang diukur oleh para pengamat di seluruh dunia selama 50 tahun terakhir. Hasil pengukuran tersebut memperlihatkan adanya kecenderungan pemanasan: temperatur laut dunia pada tahun 1998 lebih tinggi 0,2 derajat Celsius (0,3 derajat Fahrenheit) daripada temperatur rata-rata 50 tahun terakhir, ada sedikit perubahan tetapi cukup berarti. Pertanyaan ketiga masih membingungkan. Satelit mendeteksi lebih sedikit pemanasan di troposfer dibandingkan prediksi model. Menurut beberapa kritikus, pembacaan atmosfer tersebut benar, sedangkan pengukuran atmosfer dari permukaan Bumi tidak dapat dipercaya. Pada bulan Januari 2000, sebuah panel yang ditunjuk oleh National Academy of Sciences untuk membahas masalah ini mengakui bahwa pemanasan permukaan Bumi tidak dapat diragukan lagi. Akan tetapi, pengukuran troposfer yang lebih rendah dari prediksi model tidak dapat dijelaskan secara jelas.

7.       Pengendalian pemanasan global

Konsumsi total bahan bakar fosil di dunia meningkat sebesar 1 persen per-tahun. Langkah-langkah yang dilakukan atau yang sedang diskusikan saat ini tidak ada yang dapat mencegah pemanasan global di masa depan. Tantangan yang ada saat ini adalah mengatasi efek yang timbul sambil melakukan langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim di masa depan.Kerusakan yang parah dapat di atasi dengan berbagai cara. Daerah pantai dapat dilindungi dengan dinding dan penghalang untuk mencegah masuknya air laut. Cara lainnya, pemerintah dapat membantu populasi di pantai untuk pindah ke daerah yang lebih tinggi. Beberapa negara, seperti Amerika Serikat, dapat menyelamatkan tumbuhan dan hewan dengan tetap menjaga koridor (jalur) habitatnya, mengosongkan tanah yang belum dibangun dari selatan ke utara. Spesies-spesies dapat secara perlahan-lahan berpindah sepanjang koridor ini untuk menuju ke habitat yang lebih dingin. Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca. Pertama, mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon). Kedua, mengurangi produksi gas rumah kaca.

8.       Menghilangkan karbon

Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca. Gas karbon dioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan (lihat Enhanced Oil Recovery). Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia, dimana karbon dioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan. Salah satu sumber penyumbang karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil mulai meningkat pesat sejak revolusi industri pada abad ke-18. Pada saat itu, batubara menjadi sumber energi dominan untuk kemudian digantikan oleh minyak bumi pada pertengahan abad ke-19. Pada abad ke-20, energi gas mulai biasa digunakan di dunia sebagai sumber energi. Perubahan tren penggunaan bahan bakar fosil ini sebenarnya secara tidak langsung telah mengurangi jumlah karbon dioksida yang dilepas ke udara, karena gas melepaskan karbon dioksida lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak apalagi bila dibandingkan dengan batubara. Walaupun demikian, penggunaan energi terbaharui dan energi nuklir lebih mengurangi pelepasan karbon dioksida ke udara. Energi nuklir, walaupun kontroversial karena alasan keselamatan dan limbahnya yang berbahaya, bahkan tidak melepas karbon dioksida sama sekali.

9.       Persetujuan internasional

Kerjasama internasional diperlukan untuk mensukseskan pengurangan gas-gas rumah kaca. Di tahun 1992, pada Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil, 150 negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju untuk menterjemahkan maksud ini dalam suatu perjanjian yang mengikat. Pada tahun 1997 di Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol Kyoto. Perjanjian ini, yang belum diimplementasikan, menyerukan kepada 38 negara-negara industri yang memegang persentase paling besar dalam melepaskan gas-gas rumah kaca untuk memotong emisi mereka ke tingkat 5 persen di bawah emisi tahun 1990. Pengurangan ini harus dapat dicapai paling lambat tahun 2012. Pada mulanya, Amerika Serikat mengajukan diri untuk melakukan pemotongan yang lebih ambisius, menjanjikan pengurangan emisi hingga 7 persen di bawah tingkat 1990; Uni Eropa, yang menginginkan perjanjian yang lebih keras, berkomitmen 8 persen; dan Jepang 6 persen. Sisa 122 negara lainnya, sebagian besar negara berkembang, tidak diminta untuk berkomitmen dalam pengurangan emisi gas. Akan tetapi, pada tahun 2001, Presiden Amerika Serikat yang baru terpilih, George W. Bush mengumumkan bahwa perjanjian untuk pengurangan karbon dioksida tersebut menelan biaya yang sangat besar. Ia juga menyangkal dengan menyatakan bahwa negara-negara berkembang tidak dibebani dengan persyaratan pengurangan karbon dioksida ini. Kyoto Protokol tidak berpengaruh apa-apa bila negara-negara industri yang bertanggung jawab menyumbang 55 persen dari emisi gas rumah kaca pada tahun 1990 tidak meratifikasinya. Persyaratan itu berhasil dipenuhi ketika tahun 2004, Presiden Rusia Vladimir Putin meratifikasi perjanjian ini, memberikan jalan untuk berlakunya perjanjian ini mulai 16 Februari 2005. Banyak orang mengkritik Protokol Kyoto terlalu lemah. Bahkan jika perjanjian ini dilaksanakan segera, ia hanya akan sedikit mengurangi bertambahnya konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer. Suatu tindakan yang keras akan diperlukan nanti, terutama karena negara-negara berkembang yang dikecualikan dari perjanjian ini akan menghasilkan separuh dari emisi gas rumah kaca pada 2035. Penentang protokol ini memiliki posisi yang sangat kuat. Penolakan terhadap perjanjian ini di Amerika Serikat terutama dikemukakan oleh industri minyak, industri batubara dan perusahaan-perusahaan lainnya yang produksinya tergantung pada bahan bakar fosil. Para penentang ini mengklaim bahwa biaya ekonomi yang diperlukan untuk melaksanakan Protokol Kyoto dapat menjapai 300 milyar dollar AS, terutama disebabkan oleh biaya energi. Sebaliknya pendukung Protokol Kyoto percaya bahwa biaya yang diperlukan hanya sebesar 88 milyar dollar AS dan dapat lebih kurang lagi serta dikembalikan dalam bentuk penghematan uang setelah mengubah ke peralatan, kendaraan, dan proses industri yang lebih effisien.Pada suatu negara dengan kebijakan lingkungan yang ketat, ekonominya dapat terus tumbuh walaupun berbagai macam polusi telah dikurangi. Akan tetapi membatasi emisi karbon dioksida terbukti sulit dilakukan. Sebagai contoh, Belanda, negara industrialis besar yang juga pelopor lingkungan, telah berhasil mengatasi berbagai macam polusi tetapi gagal untuk memenuhi targetnya dalam mengurangi produksi karbon dioksida. Setelah tahun 1997, para perwakilan dari penandatangan Protokol Kyoto bertemu secara reguler untuk menegoisasikan isu-isu yang belum terselesaikan seperti peraturan, metode dan pinalti yang wajib diterapkan pada setiap negara untuk memperlambat emisi gas rumah kaca. Para negoisator merancang sistem dimana suatu negara yang memiliki program pembersihan yang sukses dapat mengambil keuntungan dengan menjual hak polusi yang tidak digunakan ke negara lain. Sistem ini disebut perdagangan karbon. Sebagai contoh, negara yang sulit meningkatkan lagi hasilnya, seperti Belanda, dapat membeli kredit polusi di pasar, yang dapat diperoleh dengan biaya yang lebih rendah. Rusia, merupakan negara yang memperoleh keuntungan bila sistem ini diterapkan. Pada tahun 1990, ekonomi Rusia sangat payah dan emisi gas rumah kacanya sangat tinggi. Karena kemudian Rusia berhasil memotong emisinya lebih dari 5 persen di bawah tingkat 1990, ia berada dalam posisi untuk menjual kredit emisi ke negara-negara industri lainnya, terutama mereka yang ada di Uni Eropa.

E.   Penyebab pemanasan global

   1.       Efek rumah kaca

Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperatur rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F)dari temperaturnya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.

 

   2.       Efek umpan balik
Anasir penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer. Efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. Bila dilihat dari bawah, awan akan memantulkan kembali radiasi infra merah ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan. Apakah efek netto-nya menghasilkan pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut. Detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim, antara lain karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat). Walaupun demikian, umpan balik awan berada pada peringkat dua bila dibandingkan dengan umpan balik uap air dan dianggap positif (menambah pemanasan) dalam semua model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat. Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air di bawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan. Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif. Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.

1.       Variasi Matahari

Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini. Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960, yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950. Ada beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa kontribusi Matahari mungkin telah diabaikan dalam pemanasan global. Dua ilmuan dari Duke University mengestimasikan bahwa Matahari mungkin telah berkontribusi terhadap 45-50% peningkatan temperatur rata-rata global selama periode 1900-2000, dan sekitar 25-35% antara tahun 1980 dan 2000. Stott dan rekannya mengemukakan bahwa model iklim yang dijadikan pedoman saat ini membuat estimasi berlebihan terhadap efek gas-gas rumah kaca dibandingkan dengan pengaruh Matahari; mereka juga mengemukakan bahwa efek pendinginan dari debu vulkanik dan aerosol sulfat juga telah dipandang remeh.Walaupun demikian, mereka menyimpulkan bahwa bahkan dengan meningkatkan sensitivitas iklim terhadap pengaruh Matahari sekalipun, sebagian besar pemanasan yang terjadi pada dekade-dekade terakhir ini disebabkan oleh gas-gas rumah kaca. Pada tahun 2006, sebuah tim ilmuan dari Amerika Serikat, Jerman dan Swiss menyatakan bahwa mereka tidak menemukan adanya peningkatan tingkat “keterangan” dari Matahari pada seribu tahun terakhir ini. Siklus Matahari hanya memberi peningkatan kecil sekitar 0,07% dalam tingkat “keterangannya” selama 30 tahun terakhir. Efek ini terlalu kecil untuk berkontribusi terhadap pemansan global. Sebuah penelitian oleh Lockwood dan Fröhlich menemukan bahwa tidak ada hubungan antara pemanasan global dengan variasi Matahari sejak tahun 1985, baik melalui variasi dari output Matahari maupun variasi dalam sinar kosmis.

F.   Usaha Mengurangi Efek Rumah Kaca

Banyak hal gampang yang bisa kita lakukan untuk mengurangi efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Caranya, kita bisa mematikan lampu dan peralatan elektronik saat tidak digunakan. Selain hemat energi dan uang untuk bayar listrik, juga mengurangi polusi karena penggunaan bahan bakar. Rajin-rajin memanggil tukang servis AC. Carpooling atau berangkat bareng teman atau keluarga ke sekolah, tempat les, atau mal. Selain mengurangi kemacetan, kita juga menghemat energi. Saat mencetak tugas, usahakan memakai dua sisi kertas. Plastik adalah bahan yang sulit untuk diuraikan. Kalau dibakar, plastik akan menjadi zat racun atau polusi. Pemakaian kantong plastik saat belanja harus dikurangi. Seluruh plastik itu hanya menjadi sampah. Coba deh pakai tas karton atau tas kanvas.

 

 

 

 

 

 

 

 

Cumi-cumi

Standard

a. Klasifikasi cumi-cumi :
Kingdom : animalia
Phylum : Mollusca
Class : Chepalopoda
Sub kelas : Coloidea 
Super ordo : Decapodiformes
Ordo : decapoda
Family : Loliginidae
Genus : Loligo
Spesies : Loligo indica
b.Bagian tubuh cumi-cumi dan fungsinya 
Cumi-cumi termasuk hewan tak bertulang belakang yang tidak mempunyai tulang pada tubuhnya, meskipun disebut ikan. Mereka mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk bergerak lihai karena adanya sistem yang sangat menarik. Tubuh lunaknya diselimuti oleh lapisan pelindung tebal yang di bawahnya air dalam jumlah besar disedot dan disemburkan oleh otot-otot yang kuat, sehingga memungkinkannya bergerak mundur.
Cara kerja tubuhnya itu sangatlah rumit. Pada kedua sisi kepala hewan ini terdapat lubang yang menyerupai kantung. Air disedot masuk melalui lubang ini menuju suatu rongga berbentuk tabung di dalam tubuhnya. Kemudian ia menyemprotkan air tersebut keluar dari pipa sempit tepat di bawah kepalanya dengan tekanan tinggi, sehingga dengannya ia mampu bergerak cepat ke arah yang berlawanan akibat gaya reaksi. 
Seekor sumi-cumi dapat menghindar dari pemangsanya dengan gerak sangat cepat karena pengerutan otot yang cepat ini. Ketika kecepatannya saja tidak cukup untuk melindungi dirinya, mereka menyemprotkan tinta pekat dan berwarna gelap yang diolah di dalam tubuhnya. Tinta ini mengejutkan pemangsa beberapa detik, yang biasanya cukup bagi cumi-cumi untuk melarikan diri. Ikan-ikan yang tak diketahuinya di belakang gumpalan tinta tersebut segera menghindari wilayah ini.
Sistem pertahanan dan gaya berenang reaksi pada cumi-cumi juga berguna bagi mereka selama berburu. Mereka dapat menyerang dan mengejar mangsanya dengan kecepatan tinggi. Sistem saraf yang begitu rumit mengatur pengerutan dan pengenduran yang dibutuhkan untuk gaya renang reaksinya. Oleh karenanya, sistem pernapasan mereka juga sempurna, yang menghasilkan metabolisme tubuh yang tinggi yang diperlukan untuk semburan air berkecepatan tingginya.
Cumi-cumi sangat terbantu selama berburu dengan adanya alat peraba (tentakel) pada mulutnya. Tentakel yang seperti cambuk ini biasanya tetap tergulung dalam kantung yang terletak di bawah lengan-lengannya. Ketika menemukan mangsa, cumi-cumi menjulurkan tentakel untuk menyergapnya. Makhluk ini bergantung pada lengan-lengannya (keseluruhan berjumlah delapan) yang telah dirancang dengan tepat. Ia mampu dengan mudah mencabik-cabik seekor kepiting menjadi serpihan kecil dengan menggunakan paruhnya. Cumi-cumi menggunakan paruhnya dengan begitu terampil sehingga mampu dengan baik melubangi kulit cangkang kepiting dan mengeluarkan dagingnya dengan lidah. 
Bentuk mata cumi-cumi sangat rumit. Cumi-cumi dapat memusatkan pupil dengan membawa lensa mendekati retina. Ia juga bisa menyesuaikan volume cahaya yang dimasukkan ke dalam matanya dengan menutup atau membuka lidah kecil di samping matanya. 
Ketika menyemburkan air keluar, otot-otot jenis melingkar menegang dengan cara memanjang. Namun, karena mempunyai kecenderungan mempertahankan volumenya, lebarnya meningkat, yang biasanya akan memanjangkan tubuhnya. Sementara itu, otot-otot bujur yang meregang mencegah pemanjangan ini. Otot-otot jari-jari tetap meregang selama kejadian ini yang menyebabkan selubung pelindung menebal. Setelah semburan air yang amat cepat, otot-otot jari-jari mengerut dan menyusutkan panjangnya, yang menyebabkan selubung kembali menipis, dan rongga selubung terisi air kembali.
Di bawah kulit cumi-cumi tersusun sebuah lapisan padat kantung-kantung pewarna lentur yang disebut kromatofora. Dengan menggunakan lapisan ini, cumi-cumi dapat mengubah penampakan warna kulitnya, yang tidak hanya membantu dalam penyamaran akan tetapi juga sebagai sarana komunikasi. Misalnya, seekor cumi-cumi jantan menunjukkan warna yang berbeda ketika kawin dengan warna yang digunakan ketika berkelahi dengan seekor penantang.
Saat cumi-cumi jantan bercumbu dengan cumi-cumi betina, kulitnya berwarna kebiruan. Jika jantan lain datang mendekat pada waktu ini, ia menampakkan warna kemerahan pada separuh tubuhnya yang terlihat oleh jantan yang datang itu. Merah adalah warna peringatan yang digunakan saat menantang atau melakukan serangan.
Lapisan tipis kulit yang menutupi lengan dan tubuh makin membantu sistem berenang reaksi pada cumi-cumi. Cumi-cumi mengapung dalam air dengan cara melambai-lambaikan selaput berbentuk menyerupai tirai ini. lengannya, di pihak lain, berguna menyeimbangkan tubuh selama mengambang. Lengan-lengan juga berguna mengerem untuk menghentikan laju. 
Cumi-cumi memiliki lapisan urat otot (tendon) yang disebut jubah, sebagai pengganti otot bujur yang terdapat pada gurita. Jubah ini terdiri atas dua lapisan yang menutupi bagian dalam dan luar tubuhnya, seperti halnya otot-otot bujur. Di antara kedua lapisan tersebut terdapat otot-otot melingkar. Otot-otot jari-jari terletak di antara keduanya, dalam arah tegak lurus.
à Faring : bagian depan kerongkongan berfungsi untuk mengisap makanan dari mulut dan membasahinya dengan lendir.
à Mulut : tempat masuknya makanan.
à Mata : sebaga alat penglihatan
à Tentakel : berfungsi sebagai alat gerak ,merasa, memeriksa dan alat penagkap mangsa.
à Anus : mengeluarkan sisa metabolisme.
à Hati : mengambil sari-sari makanan dalam darah dan sebagai tempat penghasil empedu.
à Esofagus : saluran di belakang rongga mulut berfungsi menghubungkan rongga mulut dan lambung.
à Insang : sebagai organ pernapasan.
à Lambung : sebagai bagian dari organ pencernaan.
à Cangkang dalam : sebagai pelindung organ tubuh bagian dalam.
à Ovarium : penghasil sel telur.
à Rektum : sebagai bagian usus belakang yang membuka ke anus.
à Kantung tinta : kantung selaput yang terdapat pada cumi,yang mengandung tinta. Tinta akan di semprotkan bila cumi merasa terganggu akan kedatangan / beretemu pemangsa/predator.
c. Manfaat bagi kehidupan manusia Cumi-cumi merupakan sumber protein hewani yang cukup tinggi.
d.Ciri-ciri 
à Cumi-cumi termasuk hewan tak bertulang belakang yang tidak mempunyai tulang pada tubuhnya. Mampu bergerak lihai.
à Kakinya terletak di kepala disebut dengan tentakel.panjang tentakel dapat mencapai 1,5 panjang tubuh.
à Tempat hidup di air laut.
à Tubuh terdiri atas kepal, badan dan leher. Kepala dilengkapi dengan sepasang mata dan tentakel.
à Tubuh lunaknya diselimuti oleh lapisan pelindung tebal yang di bawahnya air dalam jumlah besar disedot dan disemburkan oleh otot-otot yang kuat, sehingga memungkinkannya bergerak mundur. 
à Memiliki delapan tangan,dan dua tentakel pengisap dan tubuh relatif langsing

Makalah Bivalvia

Standard

pectenmaximus1353898441255

 

BAB I

PENDAHUALUAN

1.1                             LATAR BELAKANG

Ekosistem sungai di Indonesia merupakan kawasan yang akhir-akhir ini mendapat perhatian cukup besar dalam berbagai kebijaksanaan dan perencanaan pembangunan di Indonesia. Sungai merupakan tempat aktivitas ekonomi yang mencakup transportasi dan pelabuhan, pertambangan, kawasan industri, agribisnis dan agroindustri, kawasan pemukiman serta tempat pembuangan. Di sungai  banyak ditemukan berbagai aktifitas, seperti, sebagai tempat pemukiman bagi masyarakat, dan muara dari berbagai limbah domestik rumah  tangga. Akibat dari aktivitas manusia tersebut akan memberikan kontribusi terhadap pencemaran sungai sehingga terjadi penurunan kualitas perairan.Berbagai aktifitas yang terdapat sungai, dapat menjadi ancaman yang serius bagi ekosistem sungai khususnya keberadaan biota. Berdasarkan uraian diatas maka kerusakan terjadi pada sungai yang

akan menyebabkan perubahan pada substrat. Mengingat pentingya peranan sungai sebagai tempat kehidupan bagi biota, khususnya Bivalvia.

 

1.2                             RUMUSAN MASALAH

  1. 1.      Apa ciri- ciri bivalvia ?
  2. 2.      Bagaimana habitat dan penyebaran bivalvia ?
  3. 3.      Bagaimana cara bivalvia membiofilter polutan pada ekosistem sungai ?

 

1.3                             TUJUAN

  1. Mengetahui ciri- ciri bivalvia
  2. Mengetahui habitat dan penyebaran bivalvia
  3. Mengetahui cara bivalvia membiofilter polutan pada ekosistem sungaI ?

BAB II

PEMBAHASAN

1.1           Ciri-ciri bivalvia

Hewan kelas ini selalu mempunyai cangkang katup sepasang maka disebut sebagai Bivalvia. Hewan ini disebut juga Pelecypoda yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu pelecys yang artinya kapak kecil dan podos yang artinya kaki. Jadi Pelecypoda berarti hewan berkaki pipih seperti mata kapak. Hewan kelas ini pun berinsang berlapis-lapis maka sering disebut Lamellibranchiata.

Cangkang dihubungkan oleh engsel elastis. Apabila cangkang terbuka kaki keluar untuk bergerak. Untuk menutup cangkang dilakukan oleh otot transversal yang terletak di akhir kedua ujung tubuh di bagian dekat dorsal, yaitu otot aduktor anterior dan posterior. cangkok berjumlah dua (sepasang) ada di bagian anterior dan umbo (bagian yang membesar/menonjol) terdapat dibagian posterior (punggung).. Adanaya otot-otot aduktor ini menyebabkan dua cangkang dapat membuka dan menutup. Pada umumnya hidup di perairan baik air tawar maupun air laut yang banyak mengandung zat kapur yang digunakan untuk membentuk cangkangnya. Struktur Tubuh Bivalvia
Kelas ini mencangkup bangsa kerang. Tubuhnya bilateral simetris, terlindung oleh cangkang kapur yang keras. Bagian cangkang terdiri atas bagian torsal dan bagian ventral.Pada bagian torsal terdapat:

  • Gigi sendi, sebagai poros ketika katup membuka dan menutup serta meluruska kedua katup;
  • Ligament sendi, berfungsi menyatukan katup bagian dorsaldan memisahkan katup sebelah vertal.Kalau dibuat sayatan memanjang danmelintang, tubuh kerang akan tampak bagian-bagian sebagai berikut.
  • Paling luar adalah cangkang yang berjumlah sepasang, fungsinya untuk melindungi seluruh tubuh kerang
  • Mantel, jaringan khusus, tipis dan kuat sebagai pembungkus seluruh tubuh yang lunak. Pada bagian belakang mantel terdapat dua lubang yang disebut sifon. Sifon atas berfungsi untuk keluarnya air, sedangkan sifon bawah sebagai tempat masuknya air.
  • Insang, berlapis-lapis dan berjumlah dua pasang. Dalam insang ini banyak mengandung pembuluh darah.
  • Kaki pipih bila akan berjalan kaki dijulurkan ke anterior.
  •  Di dalam rongga tubuhnya terdapat berbagai alat dalam seperti saluran pencernaan yang menembus jantung, alat peredarn, dan alat ekskresi (ginjal).

Cangkang kerang terdiri atas tiga lapis, yaitu urut dair luar ke dalam sebagai berikut.

  1. Periostrakum, merupakan lapisan tipis dan gelap yang tersusun atas zat tanduk yang dihasilkan oleh tepi mantel; sehingga sering disebut lapisan tanduk, fungsinya untuk melindungi lapisan yang ada di sebelah dalamnya dan lapisan ini berguna untuk melindungi cangkang dari asam karbonat dalam air serta memberi warna cangkang.
  2.  Prismatic, lapisan tengah yang tebal dan terdiri atas kristal-kristal kalsium karbonat yang berbentuk prisma yang berasal dari materi organik yag dihasilkan oleh tepi mantal.
  3. Nakreas, merupakan lapisan terdalam yang tersusun atas kristal-kristal halus kalsium karbonat. merupakan lapisan mutiara yang dihasilkan oleh seluruh permukaan mantel. Di lapisan ini, materi organik yang ada lebih banyak daripada di lapisan prismatic. Lapisan ini tampak berkilauan dan banyak terdapat pada tiram/kerang mutiara. Jika terkena sinar, mampu mamancarkan keragaman warna. Lapisan ini sering disebut sebagai lapisan mutiara.

Lapisan mutiara ini terbentuk dari getah-getah yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar pada sel-sel mantel. Pembentukan mutiara oleh bivalvia adalah proses yang terjadi kerena aktifitas cangkang, yaitu sebagai berikut. Jika ada benda asing yang ada di luar tubh, seperti butiran pasir atau suatu parasit, yang secara tidak sengaja masuk ke dalam cangkang maka akan disimpan dalam suatu kantong kecil dalam mantel.
Di mentel banyak disekresikan nekreas oleh lapisan epitelium kantong tersebut. Sedikit demi sedikit nakreas melapisi partikel atau benda asing tersebut. Dalam waktu 4 tahun partikel dan lapisan nakreas itu telah menjadi mutiara. Didasarkan pada kenyataan ini maka manusia membuat mutiara. Cara yang biasa ditempuh adalah denagn memasukkan benda asing seperti arang, pasir, dan benda lain di sela antara mantel dan cangkang untuk mengeluarkan getahnya. Getah ini menyelimuti benda asing tersebut selanjutnya mengkristalkan membentuk butiran mutiara. Di jepang telah dilakukan penyelidikan yang mengarah pada produksi mutiara untuk kepentingan komersial, yakni dengan kultur mutiara. Di Indonesia terdapat pusat pengembangan mutiara, antara lain di lombk,NTB, dan kepulauan banggai sulawesi tegah.Makanan kerang berupa hewan kecil yang terdapat dalam perairan yang masuk bersama air melalui sifon.
Alat pernapasan kerang berupa insang dan bagian mantel. Insang kerang berbentuk W dengan banyak lamella yang mengandung banyak batang insang. Pertukaran O2 dan CO2 terjadi pada insang dan sebagian mantel. Mantel terdapat di bagian dorsal meliputi seluruh permukaan dari cangkang dan bagian tepi. Antara mantel dan cangkang terdapat rongga yang di dalamnya terdapat dua pasang keping insang, alat dalam dan kaki. Alat peredaran darah sudah agak lengkap denagn pembuluh darah terbuka. System pencernaan dari mulut sampai anus

System sarafnya terdiri dari 3 pasang ganglionyang saling berhubungan yaitu:

  • Ganglion anterior terdapat di sebelah ventral lambung
  • Ganglion terdapat pada kaki
  • Ganglion posterior terdapat di sebelah ventral otot aduktor posterior.
    Kerang berkembang biak secara kawin. Umumnya berumah dua dan pembuahannya internal. Telur yang dibuahi sperma akan berkembang manjadi larva glosidium yang terlintang oleh dua buah katup.

 

1.2                          Habitat dan penyebaran bivalvia

Habitat merupakan suatu tempat terjadinya  interaksi antara organisme dengan lingkungannya, dan membuat organisme tertentu merasa sesuai untuk melaksanakan hidup dan kehidupannya. Sebagai contoh, faktor-faktor fisika yang sering menentukan habitat suatu spesies tertentu  adalah  faktor fisika  dan terdiri atas :temperatur, cahaya, arus, substrat dasar, kedalaman, dsb. Sedangkan untuk faktor biologis, antara lain : predator, kompetitor, parasit, ketersediaan makanan, aktivitas reproduksi, respirasi, serta tekanan osmotik. Untuk faktor kimia, antara lain : kadar oksigen, salinitas, pH, keberadaan polusi bahan kimia, dsb. Organisme selanjutnya memberikan respon terhadap faktor-faktor tersebut sehingga mendapatkan tempat yang sesuai dengan kebutuhan biologisnya, baik untuk aktivitas fisik maupun fisiologisnya.

Untuk habitat bivalvia, faktor fisika yang disebutkan diatas, yang utama, penelitian Vernberg adalah temperatur, dan bahkan faktor inilah yang mempengaruhi distribusi global. Apabila temperatur naik, secara bertahap bivalvia mempunyai waktu yang cukup dan mampu untuk menyesuaikan diri, yang akhirnya memodifikasi tingkat aktivitas fisiologisnya. Sebagai contoh aktivitas respirasi, aktivitas filtrasi, serta aktivitas reproduksi dsb. Pada waktu terjadinya kenaikan temperatur, sebagian protein dari bivalvia biasanya mengalami apa yang disebut “heat-stress protein” (hsp).Padahal fungsi utama dari protein, yaitu bsangat berperan dalam proses aklimasi terhadap temperatur. Peranannya adalah mencegah terjadinya kerusakan protein akibat panas yang dapat terkumpul didalam sel selama penyesuaian terhadap perubahan temperatur. Untuk memperoleh gambaran tentang habitat dari berbagai bivalvia.

Pada Pelecypoda memilih habitat dalam lumpur dan pasir dalam laut serta danau, tersebar pada kedalaman 0,01 sampai 5000 meter dan termasuk kelompok organisme dominan yang menyusun makrofauna di dasar lunak (Nybakken, 1992). Anggota kelas Pelecypoda mempunyai cara hidup yang beragam ada yang membenamkan diri, menempel pada substrat dengan benang bisus (byssus) atau zat perekat lain, bahkan ada yang berenang aktif. Biasanya hidup dengan menguburkan diri di dalam habitatnya dan berpindah dari satu tempat ketempat yang lain dengan satu kaki yang dapat dijulurkan di sebelah anterior cangkangnya Menurut kebiasaan hidupnya, Pelecypoda digolongkan ke dalam kelompok makrobentos dengan cara pengambilan makanan melalui penyaringan zat-zat tersuspensi yang ada dalam perairan atau filter feeder.

Pada kerang jenis Pinctada maxima yang merupakan spesies tiram penghasil mutiara South Sea Pearl yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan ukurannya paling besar. Daerah penyebarannya mulai dari perairan laut dangkal dengan dasar ditumbuhi tanaman lamun sampai perairan dalam berkarang atau dengan substrat bersedimen di daerah yang berdekatan dengan landas kontinen dan pulau.

Makanan berupa organisme atau zat-zat terlarut yang berada dalam air. Makanan diperoleh melalui tabung sifon dengan cara memasukkan air ke dalam sifon dan menyaring zat-zat terlarut. Air dikeluarkan kembali melalui saluran lainnya. Makin dalam kerang membenamkan diri makin panjang tabung sifonnya. Nybakken (1992) mengklasifikasikan bivalvia ke dalam kelompok pemakan suspensi, penggali dan pemakan deposit. Karena itu jumlahnya cenderung melimpah pada sedimen lumpur dan sedimen lunak. Di daerah intertidal, kehidupan Pelecypoda dipengaruhi pasang surut. Adanya pasang surut menyebabkan daerah ini kering dan fauna ini terkena udara terbuka

 

1.3           Cara bivalvia membiofilter polutan pada ekosistem sungai

Bivalvia adalah biota yang hidup menetap di dasar perairan dan        memakam partikel-pertikel yang tersuspensi( suspension feeder) maupun yang mengendap di dasar perairan(deposit feeder) sehingga sering disebut filter feeder. Sehubungan dengan hal ini maka bivalvia dapat menyerap dan mengakumulasikan sejumlah logam berat di dalam tubuhnya.Polutan, khususnya polutan industri banyak mengandung senyawa karsinogen. Senyawakarsinogen ini dapat menginduksi kanker karena bersifat mutagen (dapat menyebabkan mutasi, yangdapat mengubah susunan DNA). Kerang darah atauAnadara granosa merupakan jenis kerang yang rentan pencemaran karena hidupnya di daerah berlumpur sehingga mampu memakan sedimen.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1                          Kesimpulan

Hewan ini disebut sebagai bivalvia karena tubuhnya dilindungi oleh cangkangnya yang setangkup, memiliki tubuh simetri bilateral. Hewan golongan ini bernapas dengan insang yang berlapis-lapis yang berbentuk seperti lembaran sehingga disebut juga sebagai Lamelibranchiata (lamela = lembaran, branchia = insang).

Bivalvia adalah biota yang hidup menetap di dasar perairan dan    memakan  partikel-pertikel yang tersuspensi( suspension feeder) maupun yang mengendap di dasar perairan(deposit feeder) sehingga sering disebut filter feeder

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

.

Dahuri, R. 2006. Kumpulan Koleksi Bivalvia. Pusat Penelitian Kelautan. Jakarta

Jasin Maskuri, 1984. Zoologi invertebrata.Surabaya. CV.Sinar Wijaya

Nybakken, J.W. 1992.  Biologi Laut: Suatu Pendekatan Ekologis. Alih Bahasa Oleh: H.M. Eidman Jakarta: PT. Gramedia. Hlm. 367.

Suryanto dan Utojo. 2002. Pertumbuhan Tiram pada Penyebaran yang Berbeda-beda.

http://id. Wikipedia.org/w/index.php?title=Bivalvia&oldid=6630778

 

 

 

 

 

Makalah Porifera

Standard

images

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1       Latar Belakang Masalah

Porifera atau biasa disebut sebagai hewan berpori berasal dari kata pori yang berarti lubang kecil dan fero yang berarti membawa atau mengandung. Contoh dari porifera adalah sponsa. Sponsa merupakan hawan yang hidup menempel pada suatu substrat di laut. Telah diketahui kira-kira 2500 spesies, ada beberapa yang hidup di air tawar, tetapi sebagian besar hidup di laut. Nama filum ini dari kenyataan bahwa tubuh porifera mempunyai pori-pori. Air beserta makanan masuk melalui pori kedalam rongga di dalam tubuh dari hewan akhirnya keluar melalui oskulum. Air yang telah disaring ini akan dibuang melalui oskulum.
Tubuh sponsa terdiri dari dua lapisan sel, diantara kedua lapisan tersebut terdapat bagian yang  tersusun dari bahan yang lunak disebut mesoglea. Sel-sel yang membentuk lapisan dalam mempunyai flagea, yang mengatur aliran sel-sel ini dapat ”menangkap” partikel makanan.
Bentuk sponsa ditentukan oleh kerangka tubuh. Kerangka tersusun dari spikula. Spikula tersebut dari sel-sel yang terdapat dalam mesoglea. Spikula tersusun dari silika atau kapur (kalsium karbonat). Beberapa sponsa tidak memiliki serabut-serabut yang lentur dari zat yang disebut spongin. Sponsa terdapat di perairan yang dangkal di daerah tropis. Bila sponsa diolah dapat digunakan untuk bahan atau alat pembersih.
Seperti yang kita ketahui suatu organisme yang melekat pada suatu subsurat, harus mempunyai cara untuk menyebar keturunannya ke tempat lain.

Untuk tujuan itu sponsa menghasilkan larva kecil yang dapat ”berenang” dengan bebas. Larva tersebut memisahkan diri dari induknya dan setelah menemukan tempat hidup yang sesuai larva akan melekat disitu dan berkembang menjadi hewan dewasa.Berdasar fosil porifera yang ditemukan menunjukkan bahwa sponsa adalah salah satu hewan yang pertama kali muncul di bumi. Tetapi tidak ada bukti bahwa ada hewan yang berkembang dari sponsa. Sponsa seakan-akan menempati suatu tempat yang agak unik dalam dunia hewan, oleh karena itu oleh bebrapa ahli taksonomi, porifera dimasukkan dalam suatu kelompok yang disebut parasoa.

1.2                    Rumusan Masalah

1.2.1        Apa ciri-ciri hewan Porifera ?

1.2.2        Ada berapa kelompokkah Klasifikasi Filum Porifera

1.2.3        Bagaimanakah Peran Porifera dalam Kehidupan Manusia ?

 

1.3                    Tujuan

1.3.1        Mengetahui ciri-ciri hewan Porifera

1.3.2        Mengetahui kelompok Klasifikasi Filum Porifera

1.3.3        Mengetahui Peran Porifera dalam Kehidupan Manusia
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

2.1  Ciri-ciri Porifera

.

Porifera merupakan Phylum antara Protozoa dan Coeloenterata. Kesukarann  dalam menghubungkan dengan Metazoa sebenarnya adalah pada sejarah embryonal yang khusus. Atas dasra itulah Porifera digolongkan dalam kelompok Parazoa (para= disamping) atau hewan sampingan. Porifera mempunyai ciri-ciri khusus: (1) Tubuh memiliki banyak pori, yang merupakan awal dari sistem kanal(saluran air) yang menghubungkan daerah eksternal dengan daerah internal; (2) Tubuh yang dilengkapi dengan apendiksi yang dapat digerakkan; (3) Belum memiliki sistem saluran pencernaan makanan.Sistem pencernaannya berlangsung secara intraseluler. Tubuhnya memiliki penyokong tubuh yang tersusun atas bentuk  kristal dan spikula- spikula atau bahan serabut yang terbuat dari bahan organik

Pada umumnya Phylum Porifera hidup di air laut, yaitu tersebar atau terbentang dari sejak daerah perairan pantai yang dangkal hingga daerah kedalaman 5,5 km. Familia yang hidup di air tawar biasanya termasuk pada Familia Spongolliade. Fase dewasa bersifat sesil, artinya menetap pada suatu tempat tanpa mengadakan perpindahan. Hewan ini mengakibatkan diri pada suatu obyek yang keras yang dipakai sebagai tambatan, misalnya batu-batuan, kayu- kayu yang tenggelam di dalam air dan ada juga yang melekat pada cangkok hewan-hewan molusca. Antara bagian tubuh utamanya dengan tambatan dihubungkan oleh tangkai atau pedenkula yang dibagian proksimal mengadakan pelebaran sebagai bentuk cangkram atau bentuk yang menyerupai akar. Bentuk tubuh sangat bervariasi, yaitu ada yang menyerupai kipas, jambangan bunga,batang, globural, genta , terompet dan lainnya. Hewan porifera sebagian besar membentuk koloni yang sering tampak tidak teratur, sehingga tampak seperti tumbuhan. Warna tubuh porifera bermacam- macam, misalnya berwarna kelabu, kuning, merah, biru, hitam, pitihkeruh cokelat, jingga, hijau dan lain-lainnya. Warna tubuh sering berubah tergantung tempat sinar. Warna-warni itu diperkuat atau diperlemah warna lain, karena di dalam tubuhnya  mengandung ganggang yang memiliki warna juga. Ganggang ini rupanya mengadakan simbiosis dengan Porifera

Tubuh porifera belum membentuk jaringan dan organ sehingga porifera dikelompokkan       dalam protozoa.Tubuh memiliki banyak pori-pori (ostium) yang merupakan celah masuknya air ke rongga dalam tubuh yang berukuran lebih lebar yang disebut spongocoel. Dari spongocoel, air kemudian keluar melalui oskulum, yang terdapat dipermukaan oral (atas) tubuh.

Struktur anatomi porifera :

  1. Lapisan luar tubuh (epidermis) terdiri dari selapis sel yang membentuk celah-celah kecil yang disebut ostium. Sel yang membentuk dan menggerakkan ostium disebut porosit.
  2.  Lapisan dalam (endodermis) terdiri atas sel berbentuk leher yang disebut koanosit. Koanosit memiliki inti, vakuola dan flagela yang berkaitan dengan fungsi sel ini sebagai ‘alat’ pencernaan. Pencernaan terjadi di dalam koanosit, oleh karena itu disebut memiliki pencernaan interseluler.

Antara tubuh bagian luar dan dalam terdapat lapisan tengah (mesoglea/mesenkim) yang terdiri dari 3 model sel, yaitu amubosit dan skleroblast dan arkeosit. Dinamakan amubosit merujuk kepada bentuk dan sifat selnya yang menyerupai bentuk dan sifat amuba, yang mudah berubah bentuk. Skleroblast menghasilkan rangka yang disebut spikula. Spikula umumnya terbuat dari mineral kalsium karbonat dan silika, sedangkan yang lain terbuat dari bahan organik spongin. Sedangkan arkeosit berfungsi dalam reproduksi sel secara seksual.

Porifera belum memiliki sistem pencernaan yang sempurna.Pencernaan dilakukan secara sederhana dengan cara menyaring makanan, berupa plankton dan bakteri, yang terlarut dalam air. Sel yang berperan dalam proses ini adalah koanosit. Setelah itu, maka tugas selanjutnya, yaitu mengedarkan makanan dilakukan oleh amubosit. Amubosit pula yang berperan mengangkut zat sisa pencernaan untuk dibuang.

Porifera hidup secara heterotof. Makanannya adalah bakteri dan plankton.Makanan yang masuk kedalam tubuhnya berbentuk cairan sehingga porifera disebut juga sebagai pemakan cairan. Pencernaan dilakukan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit.

Habitat porifera umumnya di laut, mulai dari tepi pantai hingga laut dengan kedalaman 5 km.Sekitar 150 jenis porifera hidup di ait tawar, misalnya Haliciona dari kelas Demospongia.

Porifera yang telah dewasa tidak dapat berpindah tempat (sesil), hidupnya menempel pada batu atau benda lainya di dasar laut. Karena porifera yang bercirikan tidak dapat berpindah tempat, kadang porifera dianggap sebagai tumbuhan.

Porifera melakukan Reproduksi Aseksual maupun Reproduksi Seksual.

  1. Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan tunas dan gemmule. Gemmule disebut juga tunas internal. Gemmule dihasilkan hanya menjelang musim dingin di dalam tubuh porifera yang hidup di air tawar. Porifera dapat membentuk individu baru dengan regenerasi.
  2. Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet (antara sperma dan ovum). Ovum dan sperma dihasilkan oleh koanosit. Sebagian besar Porifera menghasilkan ovum dan juga sperma pada individu yang sama sehingga porifera bersifat Hermafrodit

 

 

 

2.2        Klasifikasi Filum Porifera

 

Berdasarkan bahan penyusun rangkanya, porifera diklasifikasikan menjadi tiga kelas, yaitu Hexactinellida atau Hyalospongiae, Demospongiae, dan Calcarea (Calcisspongiae).

   Hexactinellida

Kerajaan     : Animalia

Filum            : Porifera

Kelas            : Hexactinellida (Schmidt, 1870)

Sub Kelas   : Hexasterophora dan Amphidiscophora

Order           : Amphidiscosida

Order           : Aulocalycoida, Hexactinosa dan Lychniscosa

 

Hexactinelida merupakan porifera yang tersebar luas pada semua lautan. Habitat utama dari porifera ini adalah pada lautan dalam. Ciri yang membedakan kelas ini dari kelas lain adalah kerangkanya yang disusun oleh spikula silikat. Kerangka spons pada kelas hexactinelida tidak memiliki jaringan spongin. Sel epithelium dermal dan koanosit terbatas pada bentuk-bentuk ruang yang tersembunyi.

a.     Sub Kelas Hexasterophora

Ciri khas yang ada pada subkelas ini adalah microscleres parenchimalnya berupa hexaster. Contoh Euplectella.

b.     Sub Kelas Amphidiscorpha

Ciri utama pada sub kelas ini adalah microscleres parenchimalnya berupa Amphidics. Contoh Hyalonema.

  • Demospongiae

Kingdom     : Animalia

Filum            : Porifera

Kelas            : Demospongiae

Ordo            : Halichondrida

 

Porifera yang termasuk dalam kelas Demospongia memiliki kerangka berupa empat spikula silica atau dari serabut spongin atau keduanya.  Beberapa bentuk primitive tidak memiliki rangka. Tipe saluran air yang ada pada spons ini berupa Leuconoid. Porifera yang masuk dalam kelompok Demospongia memiliki penyebaran yang paling luas dari daerah tidal hingga kedalaman abvasal. Beberapa bentuk memiliki habitat di air tawar.

c.         Sub kelas Tetractinomorpha

Ciri Utama dari sub kelas Tetractinomorpha adalah memiliki megaskleres tetraxonid dan monoxonid, mikroskleres asterose dan kadang-kadang tidak memiliki serat spongin. Tubuh spons ini memiliki bentuk  radial dan perkembangan cortical  axial mengalami kemajuan. Kelompok ini mencakup spesies ovipar dengan stereogtastrula. Famili yang primitive menetaskan amphiblastulae.

  1. 1.                  Ordo Homosclerophorida

Porifera dalam ordo ini merupakan Tetractinomorpha primitive  yang memiliki struktur Leuconoid homogen dengan sedikit dareah terdeferensiasi . Larva menetas berupa amphiblastula. Spikulanya berupa teract berukuran kecil. Beberapa  spesies tidak memiliki rangka seperti pada Oscarella.

  1.  Ordo Choristida

Porifera yang termasuk ordo Choristida paling tidak memiliki beberapa megaskleres tetraxons, biasanya berupa triaenes, mikroskleres berupa aster, sterptaster atau sigmasprae yang khas. Bentuk tubuhnya seringkali  rumit. Spons ini memiki korteks yang dapat dibedakan secara jelas dan seringkali tersusun atasnlapisan fibrosa di sebelah dalam dan lapisan gelatin di bagian luar.  Contoh Geodia dan Aciculites.

 

 

d.         Sub Kelas Ceractinomorpha

Ciri utama yang menjadi dasar pengklasifikasian dari sub kelas Ceractinomorpha adalah larvanya yang berupa stereogastrula, megaskleresnya berupa monaxonid, dan mikrosklesesnya berupa sigmoid atau chalete. Aster tidak pernah ditemukan. Pada rangkanya juga sering ditemukan sponging B tetapi dalam jumlah yang bervariasi.

  1. 1.                  Ordo Halichondrida

Porifera yang ada dalam ordo Halichomonacndrida memiliki Kerangka megaskleres berupa monactinal dan atau diactinal serta tidak memiliki microskleres. Contoh Halichondrida, Hymeniacidondan, Ciocalypta.

  1. Ordo Poecilosclerida

Porifera yang masuk dalam ordo ini memiliki rangka yang selalu mengandung megaskleres choanosomal dan  dermal.  ContohCoelosphoera dan Myxilla.

  1. Ordo Haplosclerida

Porifera ini kadang-kadang memiliki rangka silikat yang jika ada terbuat dari kategori tunggal dari megaskleres yang terletak pada serat spongin atau bergabung dalam suatu anyaman yang diikat dengan perekat spongin. Contoh Haliclona,. Megaskleresnya  berupa diactinal dan kadang-kadang berupa monactinal yang sedikit bervariasi dalam hal ukuran. Jika ada, mikroskleresnya berupa Chelate, taxiform, sigmoid atau raphdes.

Beberapa genus seperti Dactylia tidak memiliki spikula dan mempunyai rangka dari serat sponin. Rangka dermal berspikula tidak pernah ada . Dermal yang terspesialisasi hanya terlihat pada Callyspongiidae dimana suatu jaringan yang kompleks dari serat spongin bercabang-cabang menembus lapisan dermal. Contoh Callyspongia

 

e.     Ordo Dictyoceratida

Porifera  yang masuk dalam ordo Dictyoceratida tidak meiliki spikula. Rangka sepenuhnya tersusun dari suatu anyaman  dari serat spongin yang bisa menyertakan partikel lain seperti pasir,kerang ,spikula atau spons lain. Lapisan dermal sering diperkuat oleh spongin A.

  • Calcarea

Kerajaan     : Animalia

Filum            : Porifera

Kelas            : Calcarea

Calcarea merupakan spons yang hidup di laut. Spons ini memiki kerangka spikula dari zat kapur yang tidak terdeferensiasi menjadi megaskleres dan mikroskleres. Bentuk spons ini bervariasi dari bentuk yang menyerupai vas dengan simetri radial hingga bentuk bentuk koloni yang membentuk bangunan serupa anyaman dari pembuluh-pembuluh yang kecil hingga lembaran dan bahkan ada yang mencapai bentuk raksasa.

f.           Sub kelas Calcaronea

Ciri khas dari sub kelas ini adalah larvanya yang berupa  larva amphibalstulae. Koanosit terletak pada posisi apical. Flagela dari tiap koanosit muncul dari nucleus. Spikula triradiate biasanya satu helai yang terpanjang dari yang lain . Struktur tipe saluran air yang ada pada sub kelas ini berupa tipe leuconoid yang berasal dari tipe syconoid.

 

  1. 1.               Ordo Leucosolenida

Tipe ini memiliki struktur Asconoid. Contoh Leucosolenia

  1. 2.                Ordo Sycettida

Tipe saluran air yang ada pada ordo ini ada yang berupa Syconoid atau Leuconoid. Contoh Sycon.

 

g.      Sub Kelas Calcinea

Ciri khas yang ada sub kelas Calcinea adalah larvanya yang berupa parenchymula dan flagella dari koanosit muncul tersendiri dari nucleus koanosit yang menempati  dasar sel.Pada sebagian besar spesies triradiata , spikula memiliki ukuran yang sama. Bentuk Leuconoid yang ada pada sub kelas ini tidak berasal dari tipe syconoid tetapi langsung berupa anyaman dari asconoid.

 

1.     Ordo Clathrinida

Ciri khas dari ordo ini adalah tipe saluran airnya berupa asconoid yang secara permanen serta tidak memiliki membrane dermal atau korteks. Contoh Clathrina

2.     Ordo Leucettida

Ciri khas dari Ordo ini adalah tipe saluran air yang berupa Syconoid hingga Leuconoid dengan membrane dermal atau korteks yang jelas. Contoh Leucascus levcetta.

3.     Ordo Pharetronida

Ciri khas yang ada pada ordo ini adalah tipe saluran airnya yang berupa Leuconoid dan rangka tersusun dari  spikula quadriradiata yang disertai penguat calcareous. Contoh Petrobiona dan Minchinella.

 

2.3               Peranan Porifera Dalam Kehidupan

 

Porifera memiliki beberapa peran dalam kehidupan manusia baik yang menguntungkan maupun merugikan. Peran porifera yang menguntungkan yaitu :

  • Sebagai makanan hewan laut lainnya
  • Sebagai sarana kamuflase bagi beberapa hewan laut
  • Sebagai hiasan akuarium
  • Sebagai alat penggosok untuk mandi dan mencuci jenis hippospongia
  •  Porifera yang dijadikan obat kontrasepsi (KB)
  • Sebagai obat penyakit kanker dan penyakit lainnya
  • Sebagai campuran bahan industri (kosmetik)

Selain menguntungkan ada juga yang merugikan yaitu menhambat kehidupan makhluk hidup yang lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III
PENUTUP

 

3.1           Kesimpulan

Porifera berasal dari kata Latin, pori = lubang-lubang kecil dan faro= mengandung, membawa. Kata tersebut menunjukkan kekhususan hewan yang bersangkutan, yaitu ; memiliki banyak lubang-lubang kecil dan bila disingkat cukup disebut: Hewan berpori-pori. Bila dibandingkan  dengan susunan tubuh Protozoa maka susunan tubuh Porifera adalah lebih kompleks. Sebab tubuhnya sudah tidak terdiri atas satu sel, tetapi telah tersusun atas banyak sel. Oleh karena itu beberapa ahli memasukkan porifera dalam kelompok dalam kelompok hewan metazoa , walaupun dalam tingkat rendah.

Tubuh Porifera yang sudah mati dapat dimanfaatkan sebagai penggosok ketika mandi ataupun     mencuci. Selain itu, dapat juga dimanfaatkan sebagai hiasan yang ada pada akuarium.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Aryulina Diah, Ph.D. 2004. BIOLOGI SMA KELAS 1. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama

http://www.gurungeblog.wordpress.com/2008/11/10/mengenal-seluk-beluk-phylum-porifera/

http://bebas.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0016%20Bio%201-4b.htm

Jasin Maskuri, 1984. Zoologi invertebrata.Surabaya. CV.Sinar Wijaya